Pendapa Pringgitan Kabupaten Malang di Jalan Agus Salim yang akan diubah fungsinya (Ist)

Pendapa Pringgitan Kabupaten Malang di Jalan Agus Salim yang akan diubah fungsinya (Ist)



MALANGTIMES - DPRD Kabupaten Malang melalui Komisi I berharap wacana pemindahan kekuasaan serta adanya alih fungsi area tidak sekedar untuk ruang relaksasi saja. Baik itu hanya berupa hotel, museum maupun lainnya dalam konsep kepariwisataan.

Tapi, juga bisa memberikan ruang representatif sumber daya manusia yang ada di berbagai OPD Kabupaten Malang. Untuk melakukan transfer pengetahuan kepada masyarakat maupun di dalam tubuh OPD Kabupaten Malang itu sendiri.

Seperti diketahui, di OPD Kabupaten Malang banyak para penjabatnya yang memiliki background pendidikan S-3. Dengan kelas pendidikan tersebut, para pejabat ini tentunya memiliki kehausan intelektual untuk berbagai pengetahuan.

"Banyak yang S-3 di sini. Sayangnya, kita belum memiliki balai diklat sendiri. Nah, dengan adanya wacana pemindahan perkantoran dan alih fungsinya kita usulkan juga di sana nanti ada balai diklat," kata Didik Gatot Subroto Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Kamis (24/01/2019).

Balai diklat tersebut nantinya yang jadi ruang bagi para pejabat di Kabupaten Malang dalam berbagai acara penguatan kapasitas. Baik bagi masyarakat luas maupun bagi OPD itu sendiri. 
"Sehingga tidak perlu lagi sewa hotel untuk acara-acara tersebut. Selain itu, juga akan bisa menjadi jujugan dari daerah lain untuk memanfaatkan balai diklat," ujar Didik.

Maka, areal pendapa agung Kabupaten Malang yang akan dialihfungsikannya nantinya bisa memiliki nilai plus plus bagi masyarakat dan pemerintah. Sebagai cagar budaya, ruang relaksasi dalam konteks pariwisata sekaligus ruang pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat dan OPD itu sendiri.

Satu kesatuan fungsi tersebut, nantinya bisa berjalan seiring. Dimana proses pembangunan hotel, misalnya, akan terlengkapi dengan adanya balai diklat itu sendiri. Dengan contoh apabila ada diklat para peserta juga bisa memanfaatkan hotel di areal yang sama.

"Jadi hotel tidak akan sepi dan kosong apabila balai diklat juga kontinyu mengadakan berbagai kegiatan. SDM untuk itu kita punya yaitu para pejabat Kabupaten Malang itu sendiri," urai politikus PDI-Perjuangan ini kepada MalangTIMES.

Selain lokasi pendapa agung Kabupaten Malang yang sangat strategis, yakni berada di pusat kota dengan wilayah yang juga dipenuhi dengan berbagai kampus ternama.

Didik melanjutkan, pihaknya akan mendukung apabila hal tersebut bisa direncanakan secara matang. Bahkan DPRD Kabupaten Malang juga bersiap untuk merumuskan proses penganggarannya untuk hal tersebut.

Maka, tegas Didik, peralihan fungsi tersebut jangan sampai hanya fokus pada infrastruktur hotel, atau pariwisata saja. "Tapi juga jadi ruang pelatihan dan pendidikan. Ini saya kira akan semakin lengkap nantinya area tersebut," ujarnya.

Di kesempatan berbeda, adanya wacana pemindahan dan alih fungsi area tersebut juga mendapat respon dari warga Kabupaten Malang.

Syahrudin warga Kepanjen, menyampaikan bahwa rencana tersebut akan membuat kota kelahirannya menjadi semakin hidup dan ramai. "Tapi harus benar-benar direncanakan bagus itu. Jangan sampai hanya pindahan saja ke sini. Atau hanya wacana saja tidak ada realisasinya," ucapnya.

Kekhawatiran tersebut juga senada dengan beberapa warga lainnya. Ari bahkan mengatakan, jangan sampai adanya wacana itu setelah direalisasikan hanya jadi proyek bagi golongan tertentu saja.
"Kan pasti besar itu dananya. Jangan sampai hanya jadi mainan proyek saja. Sehingga akhirnya asal-asalan. Pendapa yang di kota itu kan punya nilai sejarah bagi Kabupaten Malang," ucapnya.

End of content

No more pages to load