Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

MALANGTIMES - Sebuah karya besar tengah dipersiapkan arek-arek Malang atau Aremania dari berbagai penjuru Indonesia. Yakni sebuah landmark atau tulisan Bhumi Arema yang dikonsep seperti landmark Hollywood di California.
 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Jajaran huruf bertuliskan Bhumi Arema akan berdiri kokoh dengan ukuran tinggi 14 meter dan panjang total 1.200 meter dan dibangun di salah satu bukit di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Landmark itu seolah menyambut sekaligus menegaskan bahwa pengunjung telah memasuki wilayah Malang Raya. 
 

Inisiator pembangunan landmark Bhumi Arema, Anto S Triono atau Anto Baret mengungkapkan bahwa ide pembangunan itu sudah muncul sejak tiga tahun silam. "Berawal dari ide tiga tahun lalu, Alhamdulillah saat ini tanah  untuk pembagunan sudah kami beli dari patungan beberapa dermawan," ujar salah satu sesepuh Aremania itu. 
 

Diperkirakan, pembangunan tulisan berukuran raksasa itu akan menghabiskan dana miliaran rupiah. "Untuk saat ini desain, rencana konstruksi serta pembiayaannya tengah dikalkulasi. Insha Allah sekarang sudah mulai bergerak mewujudkan tulisan itu," ujar musisi yang juga Ketua Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) itu.

Anto Baret menggambarkan, saat pengendara masuk di wilayah Lawang, Kabupaten Malang dari arah Surabaya, maka akan melihat dua bukit di sisi kiri atau arah barat. "Nah, jika sudah berdiri, tulisan itu akan menyambut setiap orang bahwa mereka sudah masuk di Bhumi Arema. Ini juga menjadi bentuk kebanggaan arek-arek Malang atas tanah kelahirannya," tegas pria kelahiran Malang, 11 Juli 1957 itu. 
 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Sam Ot, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pembangunan tersebut murni dari Aremania. "Ini murni, lillahi ta'ala karena ini kota kita. Modalnya dari bismillah. Dukungan yang datang juga luar biasa. Arek-arek sangat setuju dan mendukung sekali," tegasnya. Sam Ot juga menyebut beberapa nama pentolan Aremania seperti Cak No, Harie Pandiono, Wahyu GV dan lain-lain yang siap men-support dan mengawal proses pembangunan landmark itu. 
 

Selama tiga tahun terakhir, lanjutnya, para inisiator sudah melakukan rangkaian sosialisasi dan penjelasan pada para Aremania di berbagai wilayah Indonesia. "Nantinya akan ada gerakan-gerakan sosial yang dilakukan, tapi itu bertahap. Intinya kami ingin menunjukkan ke adik-adik kalau membuat sesuatu yang besar itu bisa. Tidak harus eker-ekeran, transparan, terencana baik, dan bisa terwujud," pungkasnya.