Salah satu petugas pemelihara jalan saat membersihkan parit pinggir jalan, Rabu (23/01) (Nana)

Salah satu petugas pemelihara jalan saat membersihkan parit pinggir jalan, Rabu (23/01) (Nana)



MALANGTIMES - Ekspektasi tinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terhadap kebersihan, penataan jalan, sempadan maupun parit di berbagai wilayah, tidak sebanding dengan kuantitas petugas di lapangan. Khususnya para petugas pemelihara jalan di wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

Di bawah kendali UPT Dinas PU Bina Marga Kabupaten, seluruh wilayah kecamatan mengalami persoalan yang sama dalam jumlah petugas pemeliharaan jalan yang tidak hanya mengurus jalan berlubang atau rusak saja. Tapi juga mengurusi keindahan dan kebersihan sempadan kiri kanan jalan, sudetan, parit sampai pada pemangkasan pohon yang dianggap membahayakan pengendara.

Beban berat tersebut ditambah dengan panjangnya jalan atau wilayah yang harus ditangani oleh para petugas pemelihara jalan tersebut. Seperti yang terlihat di wilayah Wonosari, Ngajum, Sumberpucung, Kromengan maupun Turen, serta wilayah lainnya.

"Kalau masalah kita kurang petugas rata semua mas di seluruh wilayah. Di sini saja kita hanya ada 5 petugas dan satu koordinator pemelihara jalan. Padahal yang harus kita tangani panjang jalannya sekitar 27 kilometer (Km)," kata salah satu koordinator pemelihara jalan dari UPT Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, yang tidak berkenan disebut namanya, Rabu (23/01/2019).

Dari data yang disampaikan, hampir rata-rata petugas pemelihara jalan di seluruh wilayah kecamatan, antara 4-5 orang ditambah 1 koordinator. Padahal, panjang jalan serta pendukungnya yang wajib dipelihara bisa puluhan km. Seperti di wilayah Wonosari yang memiliki panjang jalan yang wajib dipelihara sekitar 58 km. Atau di wilayah Ngajum sepanjang 62 km.

"Jadi memang kita kekurangan tenaga pemelihara jalan di wilayah-wilayah kecamatan. Kebanyakan juga mereka adalah tenaga lepas lapangan," ujar salah satu koordinator pemelihara jalan.

Kurangnya tenaga pemelihara jalan di seluruh wilayah kecamatan, membuat target dalam setahun tidak bisa dicapai. Apalagi pada musim-musim penghujan seperti saat ini. Dengan asumsi ideal 1 orang pekerja bisa memelihara jalan dan pendukungnya sepanjang 2-3 km dalam setahun di lokasi tugasnya. Maka, bila panjang jalan misalnya 62 km dibutuhkan petugas pemelihara jalan sekitar 20 orang. Padahal di lapangan hanya ada 5 petugas saja.

Maka, harapan Pemkab Malang melalui Wakil Bupati (Wabup) Malang HM Sanusi kepada para camat dalam berbagai rapat internal yang dilakukannya. Serta terkait dengan kebersihan sepanjang jalan menuju wilayah kecamatan, agar seluruh jalan dan pendukungnya terlihat bersih dan nyaman, tentunya perlu ada kebijakan dalam penambahan petugas pemelihara jalan.

"Tentunya sangat butuh kita adanya penambahan dalam mengoptimalkan tugas. Serta target yang ada. Karena memang kita tidak bisa harus meng-cover seluruh jalan di wilayah. Jadinya kita fokus pada jalan-jalan poros menuju kecamatan saja," ucapnya kepada MalangTIMES.

Selain minimnya tenaga pemelihara jalan di berbagai wilayah kecamatan. Persoalan alat-alat kebersihan untuk perawatan pun menambah masalah di lapangan. Sebut saja alat sabit yang seharusnya ganti dalam kurun waktu 4-5 bulan. Tapi kenyataannya sampai satu tahun pemakaian tidak ada penggantian.

Diperparah dengan semakin menipisnya kepedulian masyarakat sekitar dalam ikut serta membantu pemeliharaan jalan dan pendukungnya. Saat ini kepedulian masyarakat terhadap aset jalan sangat jauh sekali dengan kondisi zaman dulu.

"Sekarang susah banget, mas. Beda dengan zaman dulu. Ini yang membuat kami yang sudah minim tenaga kerja semakin banyak yang harus dikerjakan," pungkasnya. 

 

End of content

No more pages to load