Fahri Hamzah gugat dua calon presiden yang dinilainya mengecewakan masyarakat. (Ist)
Fahri Hamzah gugat dua calon presiden yang dinilainya mengecewakan masyarakat. (Ist)

MALANGTIMES - Fahri Hamzah yang kini berada di Garbi (Gerakan Arah Baru Indonesia) dengan keras menyatakan sikap kekecewaannya terhadap dua calon presiden (capres) yang akan dipilih oleh masyarakat Indonesia tanggal 17 April 2019 mendatang. Kekecewaan Fahri dipicu proses dan hasil debat perdana dua capres yang didampingi calon wakil presidennya masing-masing pada 17 Januari 2019 lalu.

"Mengecewakan dan membuat saya harus menggugat dua capres tersebut. Debat pertama telah membuat masyarakat Indonesia berada dalam kondisi dilema dengan dua orang tersebut," klaim Fahri dalam program ILC, Selasa (22/01/2019) malam.

Gugatan Fahri kepada Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto yang dia klaim  membuat masyarakat mengalami dilema tersebut menjadi semakin mengecewakan saat keduanya juga terjebak pada kondisi yang sama. Prabowo,  menurut Fahri, memiliki citra buruk dan ditakutkan kalau menjadi presiden akan terlalu kuat, melampaui sistem dan menjadi diktator. 

Dalam debat pertama,  terlihat Prabowo begitu menahan diri serta tidak menepis adanya asumsi tersebut. "Prabowo seharusnya menunjukkan kepada semua orang dalam debat tersebut tentang hal tersebut," ujar Fahri.

Dirinya juga kecewa dan menggugat Jokowi. Baginya Jokowi merupakan sosok yang lemah yang tidak memiliki pemahaman luas dalam pemerintahan. "Pak Jokowi orang lemah yang tidak sadar dirinya disetir oleh orang-orang dekatnya. Kelemahan itu pun tidak terlihat dalam debat untuk dihapus," ucapnya yang juga melanjutkan, "Pak Jokowi tidak keluar dari image tersebut, juga Pak Prabowo. Kedua-duanya tidak berani ke luar dari dilema tersebut," imbuh Fahri.

Debat perdana capres bagi Fahri sangat mengecewakan dan menyerempet kepada kondisi memalukan. Pasalnya, dalam debat tersebut ada reduksi presidensial yang membuat cita rasa negara besar Indonesia dan pemimpin luar biasa tidak terlihat sama sekali. "Kita tidak sadar yang diuji itu para raksasa. Maka skala ujianya seharusnya skala presiden yang memiliki kewenangan sangat luas dan besar," ucapnya.

Bahkan, Fahri yang menonton di kursi depan dalam debat perdana tersebut sempat merasakan ketakutannya. Dia merasa takut akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang akan semakin menenggelamkan cita rasa kepemimpinan Indonesia yang sangat luas dan besar. 
"Saya takut Jokowi menanyakan kepada Prabowo, sebutkan Pancasila. Atau Prabowo menanyakan kepada Jokowi tentang nama-nama ikan," ucapnya.