Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)



MALANGTIMES - Baru-baru ini, terdapat modus penipuan yang mengatasnamakan Dinas Pendidikan Kota Malang yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab pada satuan pendidikan yang ada di Kota Malang.

Puluhan kepala sekolah kemudian menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM. Mereka ramai menelepon dan mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada Zubaidah untuk mengonfirmasi adanya bantuan sarana dan prasarana.

Awalnya, ada telepon yang mengaku sebagai ajudan Zubaidah maupun pegawai dinas pendidikan yang memberikan informasi kepada sekolah-sekolah. Isi informasinya adalah sekolah mendapatkan bantuan sarana prasarana. Kemudian untuk informasi lebih lanjut para kepala sekolah itu diminta menghubungi nomor tertentu.

Tentu saja hal ini membuat Zubaidah beserta jajarannya geram. Sebab, telepon tersebut jelas bukan dari mereka.

”Hari ini saja, puluhan kepala sekolah menelepon dan mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada saya untuk mengkonfirmasi perihal adanya telepon yang mengaku sebagai ajudan saya maupun pegawai dinas pendidikan," ujar Zubaidah kemarin (22/1).

"Modusnya memberikan informasi bahwasannya sekolah mendapatkan bantuan sarana prasarana dan untuk informasi lebih lanjut kepala sekolah diminta menghubungi nomor tertentu,” imbuhnya.

Zubaidah juga menegaskan, bahwa selama 20 tahun ini dirinya tidak pernah berganti nomor. Ia juga tidak memiliki seorang ajudan.

Untuk itu, Zubaidah meminta kepada kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan yang ada di Kota Malang untuk waspada terhadap berbagai macam modus penipuan. Terlebih yang ujung-ujungnya meminta sejumlah uang untuk ditransfer ke rekening tertentu.

Selain modus penipuan yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan, ada juga beberapa modus penipuan yang kerap dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Di antaranya adalah meminta berbagai data penting yang dimiliki oleh satuan pendidikan, seperti data identitas diri tenaga pendidik ataupun tenaga kependidikan yang memasuki masa purna tugas dengan mencatut beberapa instansi. Kemudian juga meminta data jumlah siswa beserta identitas lengkap termasuk identitas orangtua.

Bahkan, beberapa modus penipuan secara terang-terangan dilakukan terjadi beberapa waktu yang lalu. Ada orang yang berdalih memindahkan anaknya dan mencari informasi. Nah saat tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan lengah, berbagai macam benda berharga seperti handphone, laptop, dompet dan barang lainnya dibawa lari sang penipu.

Maka dari itu, Zubaidah meminta seluruh satuan pendidikan untuk berhati-hati dan selalu waspada dengan berbagai permintaan baik melalui telepon, surat elektronik (e-mail) atau yang secara terang-terangan datang mengaku dari sebuah instansi.

"Pastikan kevalidan permintaan yang diterima satuan pendidikan dengan mengkonfirmasi terlebih dahulu ke Dinas Pendidikan. Segala urusan kedinasan yang ada dilakukan secara formal melalui surat tertulis, ataupun melalui jaringan komunikasi yang resmi lainnya. Jadi jangan mudah percaya dan mudah memenuhi permintaan dari pihak-pihak yang tidak jelas dan tidak dapat dipertanggung jawabkan,” tandas Zubaidah.

End of content

No more pages to load