Lahan untuk relokasi PKL di selatan GOR Ganesha telah usai. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Lahan untuk relokasi PKL di selatan GOR Ganesha telah usai. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) rumah tua atau Jalan Sudiro harus bersabar untuk bisa menempati kawasan selatan Ganesha Alun-Alun Kota Batu. 

Fasilitas penunjang juga sedang dipersiapkan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung nantinya.

Jika sebelumnya selatan Ganesha itu hanya diberi paving dan kini telah selesai di lahan 500 meter, ernyata fasilitas lain juga sedang disiapkan.

Fasilitas itu yakni toilet, berbeda dengan saat mempersiapkan bedak untuk PKL di Alun-Alun Kota Batu sebelumnya. 

“Memang sudah selesai untuk masang pavingnya, tapi kami berikan fasilitas lainnya seperti toilet,” ungkap Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Ia mengatakan fasilitas itu diberikan kepada PKL dan pengunjung yang datang ke sana agar lebih nyaman saat menikmati kuliner. 

“Para PKL harus bersabar sementara. Karena kami enggak mau asal atau grusah-grusuh. Supaya maksimal kita persiapkan lahan ini,” imbuhnya. 

Rencananya yang akan menenpati lahan itu ada 95 PKL, data ini bertambah dari sebelumnya yang hanya 75 orang. Namun berapa luasan untuk satu bedak itu masih belum diketahui.

“Untuk berapa luasan per bedak ini kita masih belum tahu. Kita terus data berapa jumlah Pkl nya dulu. Kemudian kita sesuaikan,” jelas suami Wiby Punjul Santoso ini.

Sedang PKL rumah tua terpaksa berpindah tempat karena imbas dari digusurnya lahan yang sudah mereka sewa sebelumnya. Sehingga Pemkot Batu memberikan lahan di Ganesha agar roda perekonomian tetap berjalan. 

Digusurnya mereka dari lahan Jalan Sudiro itu, akibat buntut sengketa tanah di antara dua pihak, yakni pemilik lama Suprapto dengan pemilik baru Linawati Hedijanto. 

Kasus sengketa lahan itu berawal dari gugatan yang dilayangkan pemilik lahan atas nama Linawati Hidajatno terhadap Suprapto.

Selama sekitar 10 tahun terakhir, lahan yang statusnya hak guna bangunan (HGB) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu itu dikelola oleh Suprapto. 

Yang bersangkutan juga mengaku pemilik lahan di rumah tua dan selama ini menarik uang sewa dari sekitar 78 PKL yang berjualan di sana.

Saat ini Suprapto sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini dan telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Kota Batu beberapa saat lalu.