Ilustrasi (meenta)
Ilustrasi (meenta)

MALANGTIMES - Fraksi PKB DPRD Kota Malang meminta agar Pemerintah Kota Malang lebih memperhatikan siswa berkebutuhan khusus. Salah satunya melalui fasilitas dan sarana prasarana yang menunjang pendidikan mereka.

Hal itu disampaikan Abdul Wachid, anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKB, saat membacakan pandangan fraksi dalam agenda Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Fraksi terhadap Penyampaian RPJMD Kota Malang 2018-2023 di gedung DPRD Kota Malang belum lama ini.

Dalam kesempatan itu,  Wachid menyampaikan jika selama ini pemerintah dinilai masih kurang memperhatikan kebutuhan anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah. "Semestinya ada sarana penunjang seperti pengadaan bangku bagi anak-anak berkebutuhan khusus," katanya.

Karena sebagaimana amanat undang-undang, anak-anak memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan. Dia juga menegaskan agar pendidikan terus menjadi prioritas pembangunan di Kota Malang untuk menciptakan generasi yang bersaing.

"Selama ini, fasilitas untuk difabel juga masih kurang. Termasuk di puskesmas dan layanan umum seperti transportasi," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah menjelaskan, siswa berkebutuhan khusus sudah menjadi bagian fokus dari Pemerintah Kota Malang. Sebab, sudah ada beberapa program khusus yang digelontorkan untuk anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.

"Kami ada anggaran juga untuk memberi pelatihan guru dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus. Karena ke depan, tidak ada sekolah yang membedakan antara anak yang berkebutuhan khusus dan tidak," jelas perempuan berhijab itu belum lama ini.

Menurut Zubaidah, sejak 2018 sudah ada sekitar 51 sekolah yang diperbolehkan menerima siswa berkebutuhan khusus. Total lebih dari 70 guru sudah dibekali untuk mendampingi siswa berkebutuhan khusus. Angka itu akan terus ditambah secara bertahap. Sehingga, ke depan seluruh sekolah di Kota Malang memeiliki guru yang dapat mendampingi siswa berkebutuhan khusus.