Seorang anak kecil yang bermain di sekitar display topeng. Foto : Agung Wardoyo untuk JatimTIMES
Seorang anak kecil yang bermain di sekitar display topeng. Foto : Agung Wardoyo untuk JatimTIMES

MALANGTIMES - Bingung kemana menghabiskan akhir pekan? Atau ingin menambah feed Instagram dengan tema kearifan lokal? Coba kunjungi saja  Kampung Topeng yang terletak di kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedung Kandang.

Kampung Topeng ini berada di tanah milik Pemerintah Kota Malang yang didirikan oleh Kementrian Sosial pada tahun 2016 silam dan diberi nama dengan program "Desaku Menanti". Tujuannya untuk menghimpun orang-orang yang kurang beruntung dalam hal ekonomi (pemulung, pengamen & pengemis). Mereka diberi pelatihan kemandirian ekonomi, dengan harapan setelah memiliki keterampilan, mereka mampu mandiri secara ekonomi tanpa kembali lagi ke jalanan.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

"Harapanya warga yang ditampung dan dibina serta bertempat tinggal disini itu yang pertama beralih profesinya. Perlu diketahui bahwa warga yang direkrut untuk tinggal disini adalah warga yang dulunya berprofesi sebagai gepeng (gelandangan, pengemis, pengamen, pemulung) yang tidak punya rumah dan beridentitas kota Malang," tandas Heri Wiyono selaku Kepala divisi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Malang.

Dia juga menyatakan  dengan program Desaku Menanti tersebut, dinas sosial juga bersama dengan LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial) bersama-sama melakukan pembinaan terhadap warga. "Baik itu pembinaan mentalnya, pola pikirnya, dan juga masalah pemberdayaan ekonominya," tandas dia.

Terdapat berbagai macam hal yang ditawarkan oleh Desaku Menanti seperti berbagai macam spot selfie bertemakan Topeng Malangan. Di Kampung Topeng juga bisa melihat pembuatan Topeng malangan dari dekat. Ada juga paket Outbound untuk murid-murid TK hingga SD.

Di kawasan ini juga menyediakan beberapa tempat duduk dengan pemandangan elok yang cukup untuk melepas penat dan menenangkan diri dari hingar bingar kota. Dan  hal penting yang menjadi fokus dari terciptanya program Desaku Menanti adalah mengetahui dari dekat aktivitas warga binaan Dinas Sosial.

Daya tarik sesungguhnya ialah warga binaan itu sendiri. Karena bisa melihat pola pembinaan yang diterapkan dinas sosial untuk membina warga yang dulunya pasrah menjalani kehidupan, kini  bisa memiliki semangat untuk melanjutkan hidup. Bagaimana tidak, mereka yang sebelumnya hidup bebas di jalanan, Mereka yang sebelumnya tidak mengindahkan peraturan dan norma sosial, kini bisa berubah menjadi seseorang yang lebih bermartabat.

Desa yang terdiri dari 35 KK yang didominasi oleh anak-anak ini tentunya memerlukan pendapatan dari kerajinan yang mereka buat. Alasan inilah yang membuat dinas sosial membuat sebuah destinasi wisata yang bernama Kampung Topeng. Dengan demikian wisatawan dapat membeli hasil kerajinan yang mereka buat dan mampu menambah pundi-pundi penghasilan warga tersebut yang akhirnya mampu menggerakan roda perekonomian warga desaku menanti.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Ke depan dinas sosial akan menambah paket wisata untuk anak-anak. Di antaranya pengecatan topeng, pengenalan karakter-karakter topeng. Tujuannya untuk mengenalkan generasi muda pada  seni khas Kota Malang yang mulai terkikis perkembangan zaman. 

Harapan Dinas sosial dari pembuatan destinasi wisata kampung topeng ialah dengan datangnya pengunjung mampu menggerakan roda perekonomian warga sekitar. Selain itu juga mampu berkontribusi untuk meluangkan waktunya membangun mental para penduduk agar bisa berkompetisi dengan keahlian yang mereka miliki.

Tertarik mengunjungi Kampung Topeng dan berkontribusi kepada mereka? Datang saja. Kampung Topeng buka mulai pukul 08.00 hingga 15.00. Tiket masuk murah meriah, hanya Rp 5 ribu. Dengan membayar tiket itupun sudah  bisa membawa pulang suvenir berupa gantungan kunci..