Ada Aksi Drifting di Lapangan Rampal, Polres Malang Kota Kumpulkan Klub Motor dan Mobil

MALANGTIMES - Warga yang tinggal di Kota Malang tentu kerap melihat aktivitas sejumlah klub motor dan mobil. Terutama ketika Sabtu atau Minggu malam, komunitas-komunitas itu kerap berkumpul di jalan-jalan protokol. Tapi hari ini (18/1/2019) ratusan anak muda itu dikumpulkan oleh Polres Malang Kota (Makota) di Lapangan Rampal, Kota Malang. 

Ratusan pegiat komunitas mobil dan motor itu mengikuti rangkaian kegiatan Deklarasi Millenial Road Safety Festival. Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengungkapkan, seluruh peserta dari generasi milenial itu diajak untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. "Teman-teman ini kami ajak untuk jadi agen keselamatan lalu lintas," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, beragam atraksi diperlihatkan. Salah satunya yakni aksi drifting yang dengan dipandu oleh pembalap senior Tinton Soeprapto. Drifting sendiri merupakan teknik menyetir di mana pengemudi berusaha membuat agar mobilnya berada dalam posisi miring dan meluncur dari sisi ke sisi pada kecepatan tinggi selama mungkin.

Dua unit mobil berwarna merah dan putih terlihat beradu cepat di Lapangan Rampal. Tak hanya itu, masing-masing mobil juga melakukan drifting bak berada di sekuel film Fast and Furious. Mereka kemudian berhenti tepat di salah satu sisi lapangan.

Asfuri pun sempat menjajal aksi drifting tersebut dengan berada di bangku penumpang. "Sangat terpacu adrenalinnya. Harus butuh keahlian untuk mengendarai," ujarnya. Dia mengatakan, kegiatan hari ini juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan. 

Pada kesempatan itu, Polres Makota juga memberikan coaching clinic kepada pengendara milenial maupun masyarakat umum terkait berkendara yang baik di jalan raya. "Pelajaran sangat berarti. Terutama untuk komunitas pengendara. Paling tidak bisa membantu menekan angka kecelakaan," kata dia.

Asfuri menyampaikan, kegiatan ini juga menggandeng pembalap senior Tinton Soeprapto untuk memberikan penjelasan. "Berikan teori cara mengerem. Bagaimana cara berkendara yang aman dan selamat. Ini merupakan kolaborasi dengan Polresta Malang," terangnya. 

Sementara itu, Tinton menyampaikan, pada kesempatan ini pihaknya memberikan teori serta praktik langsung mengenai berkendara yang baik dan benar. "Kami peragakan, bukan kebut-kebut an. Semuanya harus safety," kata dia. 

Untuk diketahui, angka kecelakaan di Kota Malang pada tahun 2018 lalu menurun sebanyak 35 persen. Pada tahun 2017 lalu, setidaknya terjadi 328 kecelakaan. Sementara pada tahun 2018 menjadi 212 kecelakaan. 

Sementara, jumlah korban meninggal dunia pada tahun 2017 ada sebanyak 102 orang. Sementara tahun 2018, sebanyak 52 orang. Sementara untuk kerugian material, pada tahun 2017 total sebesar Rp 371,6 juta. Kemudian pada tahun 2018, sebesar Rp 215,3 juta.

 

Top