Pertahankan Kualitas, Pilih Mengerjakan Gitar Hanya dengan Adiknya.

Jan 18, 2019 19:09
Fauzi saat sedang menghaluskan gitar buatannya.
Fauzi saat sedang menghaluskan gitar buatannya.

MALANGTIMES - Bahan baku lokal dengan kualitas yang baik sesuai kebutuhan, tentunya menjadi pilihan yang tepat bagi para pengusaha industri kerajinan yang menggunakan bahan dasar dari kayu. Seperti yang dilakukan oleh Fauzi begitu panggilannya, pembuat alat musik petik.

Tentunya selain harga bahan lokal biayanya lebih murah, Ia juga beranggapan bahwa bahan lokal yang ia gunakan lebih bagus daripada bahan impor yang pernah digunakannya. 

Baca Juga : WORO & The Night Owls Gebrak Maret dengan Album Perdananya

Perajin alat musik petik bernama Mukhamad Fauzi ini, sudah 28 tahun menekuni industri ini. Bersama dengan adiknya ia menekuni industri tersebut. 

Berbagai jenis alat musik petik sudah ia produksi, seperti biola, bass, banjo, dan gitar yang paling sering dibuat bersama adiknya saat ini. Pembuatan gitar itu dilakukan di bengkelnya yang berada di daerah Jalan Candi 3A Karang Besuki Kota Malang. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kualitas dari hasil produksi yang maksimal. 

"Dulu pernah mempekerjakan sampai sekitar 6 orang, tapi karena kebanyakan akhirnya lepas dari kontrol saya dan barang yang dihasilkan kurang maksimal. Bukan untung malah rugi," kata Fauzi saat di temui di tempat produksi yang bersebelahan dengan rumahnya.

pemasangan senar gitar oleh fauzi yang juga menerima jasa servis alat musik petik

Walaupun ia memilih bahan dasar dari lokal malang, namun untuk penjualannya sudah sampai ke nasional. Ia menggunakan bahan dasar sonokeling, mahoni, serta mapple untuk membuat gitar solid. Selain itu, ia juga beranggapan gitar yang dibuatnya lebih kuat dibandingkan dengan gitar buatan luar Malang. Hal ini dibuktikan pada salah satu bagian dari gitar, Neck atau setang gitar yang dibuatnya tidak menggunakan sambungan seperti gitar buatan lainnya. 

"Kalau yang saya buat ini berbeda dengan lainnya, misalnya necknya ini saya buat tidak ada sambungan, utuh langsung, jadi lebih kuat. Kalau yang lain kan di sambung, jadi kalau jatuh ada yang cuman retak, bahkan sampai patah," tambahnya ketika ditanya masalah kualitas dari gitar buatannya. 

Gitar buatan Fauzi ini sudah dipakai oleh musisi lokal seperti Balance Band dan Tiga Tuan Band yang sering datang ke Labaz, nama bengkel gitar milik Fauzi. 

Selain itu, ia gitar buatannya sudah dijual ke seluruh pelosok Indonesia, seperti Medan, Kalimantan, sampai Papua. Gitar buatannya itu dihargai sekitar Rp 2,8 juta hingga paling malah Rp 8 juta yang pernah ia jual. 

Baca Juga : Film Dokumenter The Beatles 'Get Back' Rilis September 2020

"Paling murah Rp 2,8 juta untuk gitar akustik, paling mahal yang pernah dibuat itu Rp 8 juta, kalo yang Rp 8 juta itu biasanya yang pesen dari luar Jawa," kata Fauzi. 

Jika ditanya masalah keluhan, Fauzi menjawab bahwa selama ini masih belum ada keluhan terhadap hasil bikinan tangannya. Karena kebanyakan konsumen berkomentar kepada Fauzi bahwa mereka puas karena sudah sesuai dengan gitar pesanan mereka.

Berlokasi di dalam gang yang sedikit tersembunyi, Fauzi beranggapan bahwa ia tidak ingin membuka bengkel gitar di lokasi yang lebih strategis. Karena dengan orderan yang sedikit ia bisa mempertahankan kualitasnya. 

Dengan begitu dia masih tetap dicari karena kualitas yang tidak berubah. Namun, ia mengatakan jika dia mengalami kesulitan untuk mencari bahan finishingnya berupa cat agar mempercantik gitar buatannya tersebut. 

"Kesulitan saya itu dari finishing, untuk mendapatkan bahan kayak pabrikan itu susah," lanjut Fauzi.

Dalam sebulan ia membatasi untuk memproduksi gitar sebanyak tiga buah saja. Karena selain produksi gitar ia juga membuka jasa servis alat musik petik, dari yang paling mudah seperti pasang senar gitar, hingga servis berat seperti penggantian setang. Untuk servis sendiri paling sedikit ia mendapatkan sekitar 14 orderan jasa servis, paling sering servis neck dan ganti fred. 

Untuk servis sendiri paling murah ia hanya mematok harga sekitar tiga puluh ribuan dan paling mahal sekitar sembilan ratus ribuan, tergantung kerusakannya. Biasanya biaya paling mahal adalah untuk servis neck atau setang gitar. 

Topik
pengusaha industri kerajinanPerajin alat musik petikPengrajin Gitar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru