Truk penyapu jalan yang diminta Wabup Malang Sanusi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. (Ist)

Truk penyapu jalan yang diminta Wabup Malang Sanusi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. (Ist)



MALANGTIMES - Wakil Bupati (Wabup) Malang HM. Sanusi kembali melontarkan pernyataan terbilang berani dalam beberapa persoalan terkait kebijakan program dan anggaran yang belum bisa dipastikan terealisasi.
 

Selain pernyataan mengenai anggaran pendidikan dan kesehatan yang menurut Sanusi "dilos" berapa pun permintaan  dari masyarakat kepada pemerintah Kabupaten Malang, kini dia juga telah menginstruksikan  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membeli truk penyapu jalan atau road sweeper.


Tidak tanggung-tangung, Sanusi mengatakan kepada media, pengadaan road sweeper tersebut nantinya diperuntukkan bagi pasar daerah di Kabupaten Malang dengan jumlah sekitar 34 pasar.


Pernyataan tersebut dipicu dengan adanya persoalan sampah yang tidak terkelola dengan baik oleh DLH di Pasar Lawang. Sehingga sampah menggunung sampai satu minggu dan tidak diangkut ke tempat penampungan akhir (TPA).
"Sudah saya instruksikan DLH untuk membeli truk penyapu jalan. Ini agar pelayanannya cepat. Karena kalau pagi, di pasar itu tenaga kita kewalahan. Susah," kata Sanusi kepada MalangTIMES.


Perintah wabup Malang kepada DLH tersebut sayangnya tidak diikuti dengan adanya perencanaan mengenai anggaran pengadaan road sweeper tahun 2019. Bahkan, saat ditanya mengenai persoalan anggaran tersebut, Sanusi mengatakan belum mengetahui apakah di tahun ini masuk dalam anggaran atau tidak.


"Saya tidak tahu. Tapi sudah saya instruksikan DLH untuk pengadaan truk penyapu jalan di seluruh pasar di Kabupaten Malang," ujarnya.


Bahkan, Sanusi menegaskan lagi bahwa kalau memang membutuhkan alat tersebut, pemkab akan membeli. "Ini kan untuk mendukung program lingkungan hidup di Kabupaten Malang," imbuhnya.


Sanusi serupa menutup mata dengan anggaran yang telah masuk dalam APBD Kabupaten Malang tahun 2019 yang kini masih menunggu rekomendasi gubernur Jawa Timur (Jatim). Terutama dalam persoalan belanja di berbagai pos OPD Kabupaten Malang yang diberi instruksi untuk melakukan pengadaan.


Untuk pengadaan road sweeper, apalagi dengan jumlah unit banyak yang disesuaikan dengan pasar daerah di Kabupaten Malang, maka anggaran yang perlu dipersiapkan adalah Rp 149,4 miliar. Dengan asumsi satu pasar dibekali satu unit truk penyapu jalan. Harga road sweeper menurut lansiran detikOto kisaran Rp 4,1-4,2 miliar untuk ukuran besar. Sedangkan ukuran truk  kecil Rp 3,2 miliar dengan merek truk Dulevo dan Hino Ceksan.


Road sweeper walau terbilang efektif dalam membersihkan sampah, tapi juga memiliki keterbatasan tempur. Biasanya pengelola road sweeper membatasi kerjanya dari 10 km/jam sampai 15 km/jam atau dengan kecepatan rata-rata 12,5 km/jam. Durasi waktu sekitar 5 jam dalam sehari.


Menengok pasar daerah di Kabupaten Malang dengan jarak tempuh satu sama lainnya yang sangat jauh, tentunya membutuhkan strategi khusus dalam mengimplementasikan instruksi wabup Malang tersebut. Selain tentunya kemampuan anggaran pengadaan yang berasal dari dana daerah. Pasalnya, pengadaan gerobak sampah yang dibutuhkan pasar daerah, seperti di Lawang, sampai saat ini saja belum bisa teranggarkan dengan dana daerah karena keterbatasan dana yang ada.


Selain besarnya anggaran pengadaan road sweeper, biaya operasional serta perawatannya pun tentunya perlu dipertimbangkan juga. Dengan jarak tempuh rata-rata 62,5 km, truk penyapu jalan ini mampu menghabiskan konsumsi BBM (compact besar CBU) sekitar 45 liter dari kapasitas tangki 100 liter.


Maka, pertanyaan besarnya adalah realistiskah perintah Sanusi terhadap DLH dalam pengadaan truk penyapu jalan di tahun 2019 ini? Apalagi yang diminta untuk kebutuhan 34  pasar daerah di Kabupaten Malang walau  kebijakan tentang pengadaan road sweeper memang sudah saatnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

End of content

No more pages to load