Kondisi kemacetan di area jalur alternatif Kelurahan Temas Kota Batu. (Foto: istimewa)
Kondisi kemacetan di area jalur alternatif Kelurahan Temas Kota Batu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Solusi untuk pemecahan kemacetan jalan di Kota Batu segera diupayakan. Salah satunya dengan keterlibatan desa dengan memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) atau DD untuk peningkatan ruas jalan. 

Baca Juga : Ahmad Riza Patria Resmi Dilantik Wakil Gubernur Jakarta, Kerja Mulai Besok

“Nah ini ke depan rencananya seperti itu, karena anggaran untuk peningkatan ruas jalan ini cukup banyak maka bisa menggandeng desa bisa pakai ADD atau DD dengan  dananya yang besar,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Zadim Effisiensi.

Menurut Zadim, salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di Kota Batu dengan memaksimalkan jalur alternatif di desa-desa di Kota Batu. Seperti halnya jalan alternatif di Desa Torongrejo. Pemanfaatan jalan untuk mengurai kemacetan tidak berjalan maksimal. “Di sana (Desa Torongrejo, Red) jalannya sempit. Karena itu perlu ditingkatkan ruas jalannya dengan dilebarkan,” imbuhnya ditemui di Polres Batu, Selasa (15/1/2019).

Pelebaran dan peningkatan ruas jalan itu perlu ditopang oleh pihak desa dari ADD atau DD melihat anggaran yang cukup besar, untuk mempercepat peningkatan ruas jalan. “Segera mungkin dilaksanakan, komitmen untuk membenahi jalan agar wisatawan nyaman ke Kota Batu. Karena setiap liburan selalu macet,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Batu.

Baca Juga : Target Agustus, Mal Pelayanan Publik Kota Malang Dimungkinkan Molor

Ia menambahkan untuk saat ini masih dalam tahap menunggu dikaji dan mengecek ke lapangan. “Kita akan langsung terjun ke lapangan ruas-ruas jalan alternatif mana saja yang akan ditingkatkan. Dalam hal ini juga menggandeng perguruan tinggi,” ucapnya. 

Menurutnya 2-3 tahun ini Pemkot Batu menggenjot insfrastuktur di Kota Batu. Untuk infrastuktur di Kota Batu menganggarkan Rp 122 Miliar. Anggaran itu tidak hanya terkait jalan tetapi juga bangunan gedung.