salah satu kemacetan di area tempat wisata di Jl Ir Soekarno. (Foto: istimewa)
salah satu kemacetan di area tempat wisata di Jl Ir Soekarno. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Millennial Road Safety Festival juga jadi ajang ngobrol pintar (ngopi) bareng Forum Lalu Lintas Polres Batu di ruang Rupatama. Ajang ini menjadi forum untuk memecahkan kemacetan di Kota Batu saat liburan tiba, Selasa (15/1/2019). 

Forum yang dihadiri oleh Pemkot Batu, beberapa instansi, hingga komunitas itu bersama-sama mencari solusi dalam masalah kemacetan di Kota Batu. Di antaranya dengan menganalisis faktor-faktor penyebab kemacetan, yakni volume kendaraan yang membludak.

 “Banyak faktor yang terjadi kemacetan di Kota Batu. Seperti banyak persimpangan gang. Jalan juga hanya itu-itu saja,” ungkap AKP Christopher Adhikara Lebang, kasat lantas Polres Batu. 

Sehingga ke depan, akan dimaksimalkan jalan alternatif dan pemanfaatan jalan yang belum dapat dilakukan. “Dan di sini kita bersama-sama berusaha memecahkan hal ini supaya memperoleh solusi,” imbuhnya. 

Pakar transportasi dari Universitas Brawijaya (UB) Hendi Bowo Putra menambahkan, kemacetan di Kota Batu itu tidak semata-mata hal negatif, tetapi terkait perekonomian. Tetapi imbasnya kemacetan sampai 3 kilometer lebih. “Masalah utama kemacetan di Kota Batu ini adalah masalah parkir, tempat wisata, sehingga harus analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas,” ujar dia.

Di jalur arteri lokal (sebuah jalan perkotaan kapasitas tinggi), lanjut Hendi, seharusnya tidak boleh ada kegiatan. Mulai dari toko, ruko terlebih kegiatan masyarakat. Salah satu solusi yang bisa diterapkan dalam hal ini mulai dari memahalkan tarif parkir, khususnya untuk bus. “Dinaikkan harga tarif bus, misalnya per jam naik Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu. Bisa juga sinergitas dari tiga wilayah dengan jalan satu arah,” usulnya. 

Hendi juga mendorong agar Pemkot Batu memperbanyak ruas jalan satu arah. Saat ini di Kota Batu jalan hanya itu-itu saja, sedangkan volume kendaraan terus meningkat. “Dibuat banyak satu arah. Sekarang ini tidak menyeluruh. Akan jadi masalah. Hal ini bisa dipikirkan tapi tidak semudah membalikkan tangan sehingga harus dikaji,” ungkap  pria yang juga dosen Teknik Sipil Universitas Brawijaya Malang ini. 

Sementara,  Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menambahkan, Millennial Road Safety Festival menjadi ajang tata tertib bertata krama berlalu lintas yang baik. Juga mengajak generasi milenial paham dan sadar akan keselamatan berlalu lintas. Terlebih acara ini juga menjadi forum ngopi bareng Forum Lalu Lintas Kota Batu.

Menurut kapolres, adanya forum ini bisa memecahkan solusi kemacetan di Kota Batu. Tujuannya  agar Kota Batu sebagai daerah wisata tidak dicap sebagai kota yang macet dan tidak aman berlalu lintas.

 “Jangan sampai liburan, wisatawan mengklaim Kota Batu sebagai kota macet. Karena itu, kita terus berkoordinasi memecehakan solusi ini bersama pakarnya. Kemudian kita wacanakan bertemu wali kota Batu bersama ketua DPRD Kota Batu untuk masalah ini,” tutupnya.