MALANGTIMES - PDAM Kota Malang mengaku saat ini sedang waswas atas kemungkinan ditutupnya sumber air Wendit. 

Rasa khawatir itu beralasan. Sebab,  selama ini, 80 persen pasokan air bersih  untuk masyarakat di Kota Malang  berasal dari sumber air Wendit yang berada  di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, itu.

Sementara saat ini, masih terdapat perbedaan pendapat terkait besaran kontribusi air sebagaimana yang tertera dalam surat perjanjian kerja sama (PKS) yang sudah disepakati. Sehingga PDAM Kota Malang berharap agar pemerintah pusat segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Kami waswas kalau tiba-tiba Wendit ditutup," kata Plt Direktur PDAM Kota Malang Anita Sari saat menjawab pertanyaan anggota Komisi B DPRD Kota Malang yang melakukan kunjungan kerja ke Kantor PDAM Kota Malang, Selasa (15/1/2019).

Menurut dia, perbedaan pendapat terkait besaran retribusi tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian PUPR. Sebab, pemanfaatan sumber air sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah pusat dan PDAM di daerah hanya bergerak sebatas sebagai fasilitator.

"Tarif itu ditentukan oleh Jasa Tirta dan perjanjian antar daerah menjadi kewenangan Kementerian Dalam Negeri. Maka praktis kami harus menunggu perintah terkait jasa dan bentuk perjanjian," papar perempuan berhijab itu.

Anita juga menyampaikan jika setiap tahun evaluasi tarif pemanfaatan sumber air Wendit sudah dilakukan. Namun memang masih menemukan jalan buntu. Sehingga ia berharap pemerintah pusat atau negara hadir dalam permasalahan perbedaan pendapat yang masih terjadi antar-daerah di wilayah Malang Raya sekarang ini. "Karena sekali lagi, negara yang membagi semua," jelas Anita.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Malang Lookh Mahfud menyampaikan, polemik yang terjadi terkait pemanfaatan sumber air itu akan diperbincangkan kembali. Jika memang dibutuhkan, maka pihak anggota DPRD Kota Malang akan melakukan pertemuan dengan anggota DPRD Kabupaten Malang dengan agenda khusus berkaitan dengan permasalahan air tersebut.

"Kalau memang harus kami lakukan pertemuan untuk duduk bersama dengan anggota legislatif Kabupaten Malang, maka kami akan datang," ucapnya.

Dia juga berpendapat jika permasalahan air memang sangat krusial dan perlu untuk segera dicarikan jalan keluar. Jika tidak, maka akan berpengaruh pada aktivitas masyarakat. Apalagi, selama ini sudah banyak keluhan yang disampaikan oleh masyarakat berkaitan dengan kebutuhan air bersih.