Prof. Hendrawan Soetanto (Foto: Humas)

Prof. Hendrawan Soetanto (Foto: Humas)



MALANGTIMES - Ada satu metode bernama metode hidroponik untuk para peternak. Dengan menerapkan metode hidroponik ini, peternak sapi dapat menjadi lebih hemat dan untung lebih.

Selama ini idealnya, ternak sapi membutuhkan tiga kilogram gabah untuk konsumsi satu hari. Namun, dengan teknik pembuatan pakan ternak hidroponik, satu kilogram gabah akan menghasilkan tujuh kilogram hidroponik padi.

Hal ini dinyatakan oleh Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) Prof. Hendrawan Soetanto dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama kelompok ternak sapi di Jawa Timur beberapa waktu yang lalu di ruang sidang senat lt.6 Gd. V Fapet UB. Kegiatan tersebut juga mengundang kelompok ternak yang berasal dari Koperasi Unit Desa Sumber Makmur, Ngantang dan Kertajaya, Kediri.

Dalam FGD itu, Hendrawan memaparkan teknik pembuatan pakan ternak hidroponik menggunakan gabah padi. Menurut paparannya, pertama, gabah padi yang sudah bersih digelar di atas nampan yang berisi air selama tujuh hari.

Lalu pada permukaan gabah akan ditumbuhi daun-daun. Kemudian gabah digulung seperti karpet dan dapat diberikan kepada ternak. Ukuran tersebut adalah satu porsi makan ternak selama satu hari.

“Metode ini dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan oleh peternak," tandas dosen Nutrisi dan Makanan Ternak tersebut.

"Selain itu ternak juga mendapatkan makanan yang porsinya lebih banyak daripada gabah kering biasa,” imbuhnya.

Untuk diketahui, selain metode hidroponik, Hendrawan juga menjelaskan tentang pembuatan silase, yaitu teknik pengawetan hijauan pakan ternak. Silase dimanfaatkan sebagai persediaan kebutuhan makanan saat musim kemarau.

Teknik ini sangat berguna di musim hujan ini. Melimpahnya hijauan pada musim hujan adalah suatu kesempatan bagi peternak untuk menyimpan pakan hijauannya untuk musim kemarau kelak.

 

End of content

No more pages to load