Petugas saat melakukan evakuasi jenazah mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Molek, Kecamatan Kepanjen (Foto : Polsek Kepanjen for MalangTIMES)

Petugas saat melakukan evakuasi jenazah mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Molek, Kecamatan Kepanjen (Foto : Polsek Kepanjen for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Masyarakat yang tinggal di seputar Dusun Legok, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, dibuat gempar. Bagaimana tidak, saat itu Ahmad (warga sekitar), menemukan sesosok mayat mengapung di Dam Sungai Molek, Senin (14/1/2019).

Ketika dimintai keterangan oleh petugas kepolisian, Ahmad menuturkan, jika saat itu dia  sedang berjalan di sekitar lokasi penemuan mayat. “Ketika lewat di sekitar Dam Sungai Molek, saya melihat mayat tanpa celana di lokasi kejadian,” kata Ahmad kepada polisi.

Merasa ada yang tidak wajar, kakek 64 tahun itu kemudian mengabarkan kepada warga dan perangkat desa setempat. Namun, saat itu tidak ada satu warga pun yang mengenali mayat yang diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebut. Tidak lama setelah itu, kejadian ini lantas dilaporkan ke Polsek Kepanjen.

Mendapatkan informasi tentang penemuan mayat, beberapa personel kepolisian dikerahkan ke lokasi kejadian. “Sementara ini identitas mayat masih belum diketahui secara pasti, sebab warga sekitar juga tidak ada yang mengenali. Saat ini kami sudah menghimpun keterangan dari berbagai saksi, guna mengungkap identitas korban,” kata Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo. 

Bindriyo menambahkan, sesaat setelah mendapat laporan, beberapa anggota kepolisian serta dibantu warga sekitar mengevakuasi jasad korban dari sungai. Hingga saat ini, mayat yang masih berstatus Mr.X tersebut sudah dilarikan ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, guna kepentingan penyidikan.

“Dugaan sementara ini, korban meninggal dunia karena tenggelam. Diperkirakan korban jatuh saat hendak mandi atau buang air besar di sungai. Karena tidak bisa berenang, korban akhirnya tenggelam dan meninggal dunia,” imbuh Bindriyo. 

Sementara itu, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara, dan evakuasi tubuh korban. Tim gabungan dari Polsek Kepanjen dan Identifikasi Polres Malang, tidak menemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban. “Jika melihat kondisi mayat, diperkirakan sudah meninggal dunia sejak empat hari sebelum ditemukan,” terang Mantan Kapolsekta Lowokwaru ini.

Anggota perwira polisi dengan satu melati di bahu ini mengaku, korban ditemukan dalam kondisi yang sudah mengeluarkan bau busuk. Petugas juga tidak bisa mengenali identitas mayat, lantaran sidik jari korban sudah dalam kondisi terkelupas. “Sejauh ini kami menyimpulkan jika mayat yang ditemukan mengapung berusia sekitar 40 tahun. Selain itu kami juga menemukan tato bertuliskan FARIsT di punggung mayat,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load