Website Kabupaten Malang Kembali Diobrak-Abrik Peretas

Tampilan Website Pemkab Malang yang kembali diretas oleh para peretas (screenshot situs Dishub)
Tampilan Website Pemkab Malang yang kembali diretas oleh para peretas (screenshot situs Dishub)

MALANGTIMES - Website Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang begitu mudahnya diretas oleh para hacker. Bukan hanya sekali, dua kali website pemerintahan tersebut dijebol para peretas. Tapi tercatat sudah tiga kali website yang merupakan media informasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini diporakporandakan.

Pertama, sekitar tahun 2016 setelahnya tahun 2018 dan kini di tahun 2019 kembali dijebol ulang oleh peretas yang menamakan dirinya di logo dengan gambar serigala atau mirip tikus besar sebagai Cukimay Cyber Team. Tidak tanggung-tanggung, seluruh situs OPD diretasnya dan tidak bisa dibuka sama sekali. Kecuali logo lingkaran dengan gambar hewan dan tulisan di latar warna hitam. Suara musik bergenre Rap mengalun dengan bahasa-bahasa tidak pantas pada awal lagunya. 

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Malang Ferry Hari Agung membenarkan adanya peretasan pada website Pemkab Malang. "Benar ini kita kembali diretas. Untuk awal tahun ini sudah sejak hari Jumat (11/01) sampai sekarang," jelas Ferry, Senin (14/01/2019).

Ada sekitar 61 situs yang tidak bisa digunakan. Dari jumlah tersebut, 41 website sudah dipulihkan, walaupun masih ada beberapa kendala. "Kita terus melakukan pemulihan website. Masih banyak yang belum normal. Ini terus kita perbaiki," ujar Ferry.

MalangTIMES mencoba membuka situs Dinas Perhubungan, yang langsung muncul di layar android adalah logo dengan gambar hewan berupa serigala atau tikus besar. Dan langsung disambut dengan lagi rap dengan pembuka lagu yang tidak senonoh. 

Sebagian lainnya sudah bisa diakses, walau tampilan depannya saja. Sedangkan untuk menu-menu website OPD masih banyak yang tidak bisa diakses. "Iya untuk bagian menu masih terus kita perbaiki," ujar Ferry.

Begitu mudahnya situs Pemkab Malang diretas dan tanpa adanya perlindungan saat disabotase tersebut. Sehingga efeknya cukup menguras energi dan waktu bagi Diskominfo Kabupaten Malang dalam melakukan perbaikannya.

Tentunya dengan kondisi tersebut, Diskominfo perlu lebih menjaga website Pemkab Malang dengan berbagai upaya yang bisa ditempuhnya. Pasalnya dua kali diretas dengan waktu yang tidak terlalu lama serta website Pemkab Malang langsung down.
Tidak menutup kemungkinan, bila situs OPD setelah diperbaiki kembali diserang dan Diskominfo kembali dibuat tidak berdaya. Hanya mampu memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan para peretas tersebut.

Disinggung untuk melakukan laporan kepada pihak berwenang, Ferry mengatakan masih melakukan pertimbangan terlebih dahulu. Tanpa ada pernjelasan kenapa tidak melakukan pelaporan terhadap serangan para peretas yang dilakukan berkali-kali tersebut.
“Intinya kami mencoba memperbaiki dulu. Belum ada pemikiran untuk melaporkan kepada kepolisian,” pungkas Ferry.

Editor :
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top