Kondisi paska musibah angin kencang yang terjadi di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Kondisi paska musibah angin kencang yang terjadi di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Hari pernikahan yang seharusnya berjalan khikmat, justru berakhir dengan kisah yang memilukan. Suasana yang tidak mengenakan itu seperti halnya dialami Sukur warga Dusun Karangrejo, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung. Dia harus merelakan hari spesialnya ditunda untuk sementara waktu, karena diterjang musibah angin puting beliung, Jumat (11/1/2019) sore.

Dari informasi yang dihimpun MalangTIMES, kisah memilukan tersebut terjadi sesaat setelah hujan deras mengguyur sekitar lokasi pernikahan korban. Selang beberapa saat setelah hujan turun, diketahui angin kencang berhembus dan menyapu seluruh dekorasi pernikahan.

“Dari informasi yang kami terima di lapangan, saat itu musibah angin kencang terjadi saat salah satu warga melangsungkan temu manten. Terop serta beberapa dekorasi porak poranda lantaran diterjang puting beliung,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Tidak hanya Sukur saja yang menderita karena diterjang bencana tapi, juga dialami ratusan warga lainnya yang tersebar di empat Desa di Kecamatan Jabung yang mengalami peristiwa serupa.

Sedangkan di Desa Sukopuro saja, beberapa pohon ditemukan tumbang setelah diterjang angin kencang. Selain itu, atap kandang ayam milik Swiandi Rudi Irawanto di Dusun Loring, juga berhamburan diterjang bencana tersebut.

Masih di desa yang sama, sedikitnya ada dua rumah warga yang juga mengalami kerusakan parah. Yakni kediaman milik Rusdi dan Suwarso.

Hal serupa juga terjadi di Desa Kemantren, disana warga menumukan banyak pohon besar yang tumbang. Akibatkanya, selain menutup akses jalan, beberapa fasilitas umum seperti tempat parkiran sepeda motor juga roboh.

Mirisnya, pohon yang tumbang itu juga menimpa kandang sapi dan rumah milik warga desa setempat.

Bergeser ke Desa Sidomulyo, satu tiang listrik juga roboh. Parahnya, tiang menjulang tinggi yang terbuat dari beton tersebut, menimpa pos ronda yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Terakhir, musibah serupa juga dialami secara bersamaan di Desa Kenongo. Akibat hembusan angin kencang, beberapa pohon raksasa juga tumbang diterpa puting beliung. Selain mengakibatkan akses jalan lumpuh total, pohon yang tumbang juga mengakibatkan atab gedung Bumdes setempat rusak parah.

“Meski dampaknya terbilang parah, namun tidak ada korbannjiwa dalam insiden ini,” sambung Utomo kepada MalangTIMES.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan juga membenarkan jika di wilayah Kabupaten Malanv masuk dalam zona rawan bencana puting beliung.

“Sepanjang tahun 2018 lalu, sedikitnya ada 71 bencana yang terjadi di Kabupaten Malang,” terang Bambang.

Bambang menambahkan, dari data yang ada, musibah angin puting beliung memang paling marak terjadi sepanjang tahun 2018. Selain itu, musibah lain seperti longsor dan banjir, juga beberapa kali terjadi di berbagai wilayah yang ada di Kabupaten Malang.

“Sedikitnya ada empat kecamatan yang paling marak mengalami musibah angin puting beliung. Keempat Kecamatan itu meliputi, Kecamatan Poncokusumo, Pakis, Tumpang, dan Jabung,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load