MALANGTIMES - Siapa yang tak kenal dengan Siti Hardiyanti atau yang akrab disapa Didin. 

Perempuan berambut pendek ini begitu banyak dikenal karena lantangnya suara yang ia perjuangkan sebagai aktivis sosial di Kota Malang.

Namun lama tak terdengar, Didin baru saja dikabarkan tengah berjuang melawan sakit yang menyerangnya sejak beberapa tahun terakhir.

Kondisinya sangat memprihatinkan lantaran serangan tumor ganas yang menyerang bagian wajah perempuan yang dikenal lantang dalam memperjuangkan hak sosial itu.

Dia pun dikabarkan harus bolak-balik berobat ke rumah sakit. Begitu besar biaya yang dikeluarkan untuk menyembuhkan sakit yang diderita oleh Didin tersebut.

Mendengar kabar itu, beberapa aktivis dan komunitas di Kota Malang pun turut prihatin dan tergerak melakukan donasi. 

Dikoordinir langsung oleh MalangTIMES, setidaknya ada sekitar Rp 5,4 juta donasi yang berhasil dikumpulkan melalui gerakan sosial yang dibuat melalui grup sharing JTN (grup sharing Jatim Times Group di WhatsApp) sejak beberapa minggu terakhir.

Sementara itu, pada Senin (14/1/2019), Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji yang baru saja mendengar kabar tersebut memilih untuk langsung membesuk Didin dikediamannya. 

Tak sendiri, istri Wali Kota Malang itu juga datang bersama dengan Kepala BNN Kota Malang AKBP Ir Bambang Sugiharto Msi, Komandan Batalyon 464 Paskhas Letkol Misbahul Munir beserta isteri, dan  Ketua DPD Partai Perindo Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly.

"Baru saja mendengar kabar atas sakitnya mbak Didin. Kami memutuskan untuk langsung melihat kondisi beliau. Saya bersama dengan Kepala BNN, Komandan Batalyon 464 Paskhas beserta isteri, dan juga mbak Nelly beserta teman yang lain," kata Ketua PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji usai menengok langsung kondisi Didin.

Dia pun merasa sangat prihatin dan berharap agar Didin segera diberikan kesembuhan. 

Karena keluarga dan juga anak dari Ketua DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Malang  tersebut begitu mengharapkan kesembuhan tersebut.

"Kami semua berdoa dan berharap agar mbak Didin kuat dan segera diberikan kesembuhan. Karena beliau begitu tegas dalam memperjuangkan hak-hak orang kecil," sambung perempuan berhijab itu.

Tak lupa, dia pun menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada MalangTIMES dan komunitas yang turut mengulurkan tangannya untuk kesembuhan Didin. 

Dia juga berharap agar masyarakat turut mendoakan kesembuhan aktivis sosial tersebut.

"Saya sampaikan terima kasih kepada MalangTIMES dan juga komunitas dan pihak lain yang turut membantu mengulurkan tangannya untuk mbak Didin. Semoga dengan semangat yang disampaikan ini mbak Didin mendapatkan kekuatan dan kesembuhan. Karena kesembuhan mbak Didin sangat diharapkan oleh anak dan juga keluarga besar," urai perempuan berhijab itu.