MALANGTIMES - Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, secara fisik sudah tidak lagi berada di tengah masyarakatnya. Tapi, jejaknya sebelum meninggalkan bumi Arema menuju Jakarta untuk diperiksa KPK sampai saat ini, masih terasa.

Kabupaten Malang kembali mengoleksi piala Adipura tahun 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Penghargaan yang fokus pada persoalan kebijakan lingkungan dengan pendekatan wilayah, pendekatan implementasi kebijakan persampahan, dan pendekatan implementasi penghijauan. Telah dikoleksi pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang sebanyak 11 kali secara berturut-turut.

Artinya, kebijakan serta strategi pembangunan di lingkungan hidup di Kabupaten Malang di bawah kepemimpinan Rendra, terbilang tepat sasaran. Sehingga mengantarkan Pemkab Malang untuk kesebelas kalinya mengoleksi piala Adipura.

Piala Adipura ke-11 di tahun 2018 diterima secara langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Malang HM Sanusi dari  Wakil Presiden Jusuf Kalla yang didampingi Menteri KLHK, Siti Nurbaya Bakar,  Senin (14/01/2019). 

Kemenangan yang ke-11 atas kinerja dalam lingkungan hidup yang juga telah dijadikan salah satu program strategi di Kabupaten Malang. Didasarkan pada keberhasilan dalam sistem pengelolaan sampah dan pemenuhan ruang terbuka hijau yang setara.

''Pemerintah pusat menilai kita dalam pengelolaan lingkungan dan sampah baik selama ini. Ini atas kerja keras  dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat  serta pihak terkait lainnya," kata Sanusi yang  menerima piala adipura mewakili Bupati Malang.

Dua dari kanan : Abai Saleh Camat Kepanjen yang besok akan menerima piala Adipura dari Wabup Malang Sanusi (dok Kepanjen)

Beberapa catatan kecil MalangTIMES, kiprah Rendra dalam persoalan lingkungan hidup adalah pendirian bank sampah di berbagai wilayah desa. Selain pengelolaan sampah secara mandiri serta menguatnya kesadaran dalam persampahan dengan pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). 

Selain berdirinya Tempat Penampungan Akhir (TPA) Sampah berbasis edukasi dan wisata di Talangagung, Kepanjen. Walau tentunya perlu ada tindaklanjut dengan kasus-kasus kebocoran bau sampah yang menggunung di TPA Talangagung, di saat-saat tertentu.

Kebijakan Rendra lainnya terkait hal tersebut juga dengan adanya 60 titik pantau kota bersih, hijau dan teduh. Baik yang berada di sekolah, pasar, perkantoran, ruang publik dan TPA. 

"Berbagai kebijakan itu yang memastikan Kabupaten Malang sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan sampah terbaik skala nasional," ujar Sanusi yang berharap, kelak saat dirinya melanjutkan kepemimpinan di Kabupaten Malang, persoalan lingkungan hidup bisa semakin berprestasi.

"Dan seluruh masyarakat Kabupaten Malang tetap menjaga kepedulian dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Mewujudkan Kabupaten Malang yang bersih, teduh dan bebas polusi," imbuhnya.

Pemberian Adipura sebagai kegiatan tahunan di bidang lingkungan hidup, salah satunya adalah mengenai persoalan pengelolaan sampah di kabupaten/kota. Merupakan upaya pemerintah pusat untuk mengejar target pengurangan sampah serta penanganannya sampai tahun 2025.

Dimana pemerintah pusat memiliki target pengurangan sampah sebanyak 30 persen. sedangkan penanganan sampah sekitar 70 persen pada tahun 2025. Dalam meraih target tersebut, piala Adipura dijadikan alat motivasi bagi daerah untuk sebisa mungkin melakukan berbagai kebijakan serta mampu mendorong peran aktif masyarakat dalam peningkatan pemahaman dan kesadaran sebagai kunci perubahan perilaku.

Prinsip dasar tersebut yang dipegang Rendra saat masih aktif menjabat Bupati Malang. Menumbuhkuatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat bersama pemerintah daerah dalam mengelola sampah.

Dikesempatan berbeda, pihak Humas dan Protokol Kabupaten Malang menyampaikan, piala Adipura ke-11 tersebut rencananya akan diarak dari Bandara Abdulrahman Saleh sekitar pukul 09.00 WIB. Dengan rute Bandara Abdulrahman Saleh Pakis - Ampeldento - Bululawang - Gondanglegi - Kepanjen - finish di Pendopo Kabupaten Malang.