Bangunan Balai Kota Malang yang dibangun pada 1927 itu kini ditetapkan sebagai cagar budaya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Bangunan Balai Kota Malang yang dibangun pada 1927 itu kini ditetapkan sebagai cagar budaya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berupaya melindungi bangunan-bangunan bernilai sejarah di wilayah tersebut. Hari ini (14/1/2019) sebanyak 32 bangunan heritage ditetapkan sebagai cagar budaya. Artinya, tak boleh lagi ada renovasi asal-asalan atas bangunan yang sudah mengantongi surat keputusan (SK) tersebut. 

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, bangunan-bangunan heritage itu tidak boleh diubah atau dibongkar sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2018 tentang Cagar Budaya Kota Malang. "Bangunan-bangunan ini dilindungi, jadi untuk renovasi yang sifatnya besar harus dilaporkan. Tidak boleh diubah bentuk, apalagi dibongkar," ujarnya. 

Sutiaji mencontohkan, salah satu bangunan tersebut yakni Balai Kota Malang. Sebelumnya, bangunan tersebut sempat dicat warna-warni. Namun kini kembali dicat putih seperti sedia kala. "Ini bangunan utamanya nggak boleh diubah. Kalau misalnya ada yang rusak, boleh diperbaiki tapi dipertahankan bentuknya," tegas Pak Aji, sapaan akrabnya. 

Sebanyak 32 bangunan itu, lanjut Sutiaji, belum merupakan total bangunan bernilai sejarah di Kota Malang. Dia menginstruksikan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang untuk terus menginventarisasi bangunan-bangunan kuno yang masih berdiri. 

Menurut Sutiaji, jika tidak dijaga atau dipertahankan dengan ketetapan pemerintah yang berkekuatan hukum, tidak menutup kemungkinan bangunan heritage itu akan berubah. "Ketika tidak mempertahankan dan tidak menghiraukan, maka pelan tapi pasti itu akan berubah," imbuhnya.

Seluruh bangunan yang ditetapkan tersebut mulai dari bangunan pemerintahan, bangunan sekolah, bangunan perbankan, gereja, klenteng, dan bangunan brandweer. Rata-rata, bangunan itu ditetapkan melalui surat keputusan (SK) pada tanggal 12 Desember dan 31 Desember 2018.

Tidak hanya bangunan, pihaknya juga telah menetapkan beberapa pohon heritage yang ada di Kota Malang. Antara lain Pohon Trembesi yang bentuknya menyerupai jendela, Pohon Beringin yang usianya sudah sangat tua, serta Pohon Kenari yang jumlahnya lebih dari 147 pohon. "Ada juga teratai yang termasuk heritage dan tidak banyak dipunyai," kata dia.

Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat agar terus menjaga warisan tersebut. "Jangan sampai punah, karena ke depan mudah-mudahan bisa menghormati apa yang menjadi budaya bangsa. Saat ini harus kita hargai terus menerus," pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load