BI Petakan Enam Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Malang Raya, Apa Saja?

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang Azka Subhan Aminurridho saat serah terima jabatan di Hotel Harris, Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang Azka Subhan Aminurridho saat serah terima jabatan di Hotel Harris, Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perkembangan ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian diperkirakan ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Malang Raya pada 2019 ini. Namun, Bank Indonesia Malang memetakan beberapa kunci yang bisa dikembangkan untuk memacu percepatan pertumbuhan ekonomi di tengah situasi ekonomi global dan nasional. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang Azka Subhan Aminurridho mengungkapkan, setidaknya ada enam sektor yang akan menjadi fokus BI tahun ini. "Ada enam (sektor) yang kami pikirkan untuk mengembangkan perekonomian di wilayah kerja BI Malang. Enam hal ini yang jadi kuncinya, kalau digarap dengan serius bersama pemerintah daerah," ujar Azka.

Keenam sektor tersebut yakni pariwisata, industri pengolahan, cluster komoditas UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), potensi elektronifikasi, ekonomi syariah, serta start up. "Melalui sektor tersebut, kami berharap dapat mengembangkan perekonomian serta menekan angka inflasi," tegasnya. 

Azka merinci, sektor pariwisata layak mendapat porsi besar mengingat potensi wisata kawasan Malang Raya yang kini menjadi andalan di Jawa Timur. "Pertama, mengembangkan pariwisata di Malang. Sebab pariwisata cepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Apalagi sebelumnya pernah tugas di Bali, jadi ada ilmu yang bisa dikembangkan di sini," kata Azka.

Untuk sektor kedua, pria asal Semarang ini siap untuk mengembangkan industri pengolahan. Sebab di Malang, industri pengolahan mencapai 37 persen. "Selanjutnya,  kita mendekati cluster-cluster yang bergerak di komoditas UMKM. Kerjasama dengan mereka untuk mengendalikan inflasi, meningkatkan ekspor. Untuk nanti di Malang akan saya pelajari komoditi apa yang bisa dikembangkan," tuturnya.

"Selain itu, kami ingin mempopulerkan transaksi non tunai melalui elektronifikasi. Program ini bisa diterapkan di tempat wisata," imbuh pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali ini.

Sektor selanjutnya terkait pengembangan ekonomi syariah. Sebab, menurut Azka, Jawa Timur adalah tempatnya pengembangan ekonomi syariah. "Kami juga akan menggandeng start up. Di Bali saya pernah bikin penganugerahan bagi start up yang mengembangkan digital ekonomi. Ini yang nanti akan coba kami terapkan," tandasnya.

Sebagai informasi, Azka Subhan menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI Malang menggantikan Dudi Herawadi yang telah memasuki masa pensiun pada September 2018 lalu. Sertijab tersebut dihadiri oleh Deputi Gubernur BI Sugeng, Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, serta pejabat-pejabat pimpinan daerah di wilayah KPBI Malang. 

Deputi Gubernur BI Sugeng berharap, kepemimpinan Kepala Perwakilan BI Malang yang baru agar meningkatkan kerjasama dan sinergi dengan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan mitra lainnya. "Dengan adanya sinergi BI dengan jajaran lainnya yang terjaga baik diharapkan dapat memperkuat ketahanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," tandas Sugeng.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top