Dua pelaku pengedar ganja yang berhasil ditangkap polisi Polres Malang Kota (Satreskoba)
Dua pelaku pengedar ganja yang berhasil ditangkap polisi Polres Malang Kota (Satreskoba)

MALANGTIMES - Narkoba saat ini benar-benar menjadi momok yang mengerikan bagi orangtua, terlebih lagi mereka yang mempunyai anak ABG alias Anak Baru Gede. Sebab ABG saat ini rentan terjerumus dalam dunia narkoba yang mengantarkannya ke penjara.

Seperti yang dialami seorang pemuda asal Desa Saptorenggo, Pakis, Kabupaten Malang, bernama M Erdin Ramadhan (18). Meskipun berusia masih ABG, namun ia sudah berani menjadi pengedar narkoba jenis ganja.

ABG yang mengaku merupakan protolan SMP ini, saat ditangkap petugas pada 12 Januari 2019, ia mengaku bukanlah merupakan pengedar, namun merupakan hanya seorang pengguna. Tetapi, pengakuan tersebut, tak lantas membuat petugas percaya begitu saja.

"Soalnya waktu ditangkap di kawasan Jalan LA Sucipto, dia ini gerak geriknya mencurigakan seperti sedang menunggu seseorang. Karena kecurigaan itu, petugas segera menangkap E, nah setelah itu dilakukan penggeledahan pada E," ungkapnya (14/1/2019).

Lebih lanjut dijelaskan, saat digeledah, petugas menemukan sebuah paket ganja yang dikemas Erdin di dalam sebuah bungkus rokok. Berat paket ganja tersebut sebesar 3,15 gram.

"Setelah itu, ya langsung kami bawa ke Polres diperiksa lebih lanjut. Terus kami kembangkan, siapa pemasok barang kepada E ini dengan memeriksa komunikasi di HP pelaku," paparnya.

Upaya petugas yang mendalami keterangan Erdin terkait siapa pemasok ganja tersebut, akhirnya berhasil. Pada hari yang sama (12/1/2019) namun memasuki waktu sore hari, petugas selanjutnya menangkap Nur Kholik (31) warga Jl Sembilang, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Petugas berhasil menangkapnya setelah berhasil memancingnya untuk bertransaksi di kawasan Jalan Sembilang, Kota Malang. Tak mau menunggu lama, petugas kemudian langsung saja membekuk Nur Kholik.

"Digeledah di rumahnya, didapati enam poket ganja, satu linting rokok ganja, satu kaleng bekas permen dan uang Rp 200 tibu yang diduga hasil dari penjualan satu poket ganja. Total ganja yang diamankan seberat 18,04 gram," paparnya.

Untuk hukuman yang dijeratkan kepada tersangka Erdin, adalah Pasal 112 ayat (1) UU.RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman 4 hingga 12 tahun penjara.

Sementara untuk tersangka Nur Kholik, dikenakan Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman penjara lima sampai 20 tahun penjara.