Pembinaan Kelompok Sadar Wisata di Kampung 3D (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Pembinaan Kelompok Sadar Wisata di Kampung 3D (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kampung tematik merupakan salah satu tempat wisata di Kota Malang yang kini tengah digandrungi oleh wisatawan. Sekarang, tak sedikit kampung di kota wisata ini yang telah menjadi kampung tematik dengan mengkhususkan diri pada tema tertentu.

Ada yang menawarkan spot foto yang cantik dan ramah kantong seperti Kampung Warna-wlWarni Jodipan, Kampung 3D, Kampung Biru Arema, hingga Kampung Putih. Selain itu, ada juga kampung yang menawarkan sisi keindahan lain dari Kota Malang yang sejuk seperti Kampung 3G salah satunya.

Selain itu, masih ada banyak lagi kampung tematik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung. Untuk terus mempertahankan keberadaan kampung tematik itu, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melakukan pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

"Kota pariwisata telah disematkan untuk kota Malang. Namun itu tak bermakna apabila tidak diikuti oleh rasa memiliki dan keterlibatan aktif warganya," terang Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni disela sela pembinaan Kelompok Sadar Wisata di kampung tematik 3 D Kelurahan Rampal, Minggu (13/1/2019).

Perempuan yang akrab disapa Dayu ini menyampaikan, Kampung 3D dan Kampung Warna-Warni dan Kampung Biru telah menjadi satu kesatuan paket wisata kota. Wisatawan masih antusias untuk melakukan aktivitas wisata selfie di lokasi tersebut. Sehingga warga setempat harus memiliki tourisme minded. 

Karena berdasarkan survei, keunikan yang disuguhkan masing-masing kampung selalu menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Seperti menonjolkan pada keunikan lukisan mural tiga dimensi salah satunya. Maka untuk mengantisipasi kejenuhan pengunjung diperlukan kreativitas warga untuk terus melakukan peremajaan lukisan, menggali cinderamata yang disajikan.

"Dan yang tidak kalah pentingnya karena berada di tengah-tengah pemukiman adalah keramah tamahan dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan pengunjung," tambahnya.

Sementara itu, lanjutnya, masih ada 11 Pokdarwis yang ada di kota Malang. Secara kuantitatif dari 57 kelurahan  yang ada di Kota Malang, maka masih 10 persen dan ini masih sedikit untuk sebuah kota yang mentasbihkan sebagai kota wisata sebagaimana termaktub dalam Tri Bina Cita Kota Malang (red. Malang kota pendidikan, kota pariwisata dan kota jasa dan industri).

Menyikapi hal tersebut, Dayu menyebut langkah pendampingan dan edukasi terus dilakukan di tingkat kelurahan- kelurahan. Pertama mendorong dan memotivasi masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik dalam mendukung kegiatan kepariwisataan, dan  ke dua mendorong dan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan daya tarik wisata.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menilai dan mengakui bahwa masyarakat Kota Malang belum kuat etos wisatanya. "Masyarakat kita belum seperti Bali maupun Yogyakarta. Darah wisatanya belum sekental dua daerah tersebut. Tapi bukan berarti kita nggak bisa. Saya yakin dan saya percaya bisa," ucapnya optimis.

Secara khusus Sutiaji telah mendorong Disbudpar untuk memperbanyak dan memperkuat Pokdarwis. Karena Kota Malang semakin akrab dan mungkin juga pelopor lahirnya kampung kampung wisata tematik. Maka kehadiran Pokdarwis yang memang basisnya kelurahan menjadi teramat strategis.

Hal lain yang menurut Wali Kota Sutiaji penting dilakukan untuk semakin mengentalkan darah wisata Kota Malang adalah penyusunan agenda wisata secara permanen, pengkayaan hotel- hotel dengan budaya lokalistik serta pernak pernik wisata khas Malang.

"Selain itu penguatan pemandu wisata dan penguatan ciri khas wisata Kota Malang yang akan didorong adalah wisata heritage. Strategi lainnya adalah sinergi wisata Malang Raya.

"Karena Bali dan Yogyakarta itu juga karakteristiknya satu kesatuan," tegas pria yang akrab disapa Pak Aji itu.

Di sisi lain, jika mengacu pada data kunjungan, prospek wisata Kota Malang sangat potensial. Pada ajang Indonesia Atractive Index (IAI), wisata Kota Malang masuk dan mendapat penghargaan kota potensial wisata dengan ditopang kehadiran kampung tematik.