Komplotan pemulung (jongkok) saat diamankan jajaran  Polsek Bululawang karena kasus pencurian. (Foto : Polsek Bululawang for MalangTIMES)

Komplotan pemulung (jongkok) saat diamankan jajaran Polsek Bululawang karena kasus pencurian. (Foto : Polsek Bululawang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Tidak ada akar, rotan pun jadi. Tidak ada barang rongsokan, malah menyikat barang berharga. Itu sepertinya yang  dilakukan komplotan pemulung asal Kecamatan Wajak ini.

Bagaimana tidak. Saat mengais barang bekas di wilayah Kabupaten Malang, Supriyanto, Moh. Toha, dan SL (inisial) -ketiganya warga Jalan Brantas Tempehan, Desa/Kcamatan Wajak- tidak segan-segan menggasak barang berharga milik warga.

“Ketiga tersangka selama ini memang bekerja sebagai pemulung. Jika tidak mendapatkan barang rongsokan, mereka akan mengambil barang berharga milik warga,” kata Kanitreskrim Polsek Bululawang Iptu Ronny Marghas, Jumat (11/1/2019).

Aksi pencurian ini terakhir dilakukan ketiganya pada September 2018 lalu. Saat itu, mereka menyasar salah satu rumah warga yang beralamat di Jalan Raya Diponegoro, Desa Pringu, Kecamatan Bululawang.

“Ketiga tersangka masuk ke lokasi kejadian melalui lubang sempit yang ada di tembok belakang rumah . Sebelum melancarkan aksinya, mereka selalu memastikan terlebih dulu situasi dan kondisi di sekitar lokasi. Jika dirasa aman, mereka seketika munguras barang milik korbannya,” sambung Ronny kepada MalangTIMES.

Ronny menambahkan, kejadian ini lantas dilaporkan pemilik rumah ke Polsek Bululawang. Beberapa personel kemudian dikerahkan untuk melakukan penyelidikan.

“Setelah sempat menjadi buron, dua tersangka, yakni Supriyanto dan Toha, berhasil diringkus, Jumat (11/1/2019) dini hari tadi. Sedangkan satu tersangka lainnya dengan inisial SL masih berstatus DPO (daftar pencarian orang),” imbuhnya.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor yang dijadikan sarana menuju lokasi pencurian. Selain itu, beberapa peralatan seperti dongkrak, linggis, tali tampar, tromol, satu set panci, empat buah piring, dua buah baki (tempat mengangkat makanan dan minuman), magic com, dua tabung elpiji, kabel stop kontak, wajan, serta beberapa hasil barang curian lainnya juga disita petugas.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman. Soalnya diperkirakan terdapat banyak lokasi pencurian yang dilakukan oleh tiga tersangka ini,” ucap Ronny.

Dari pendalaman polisi, diketahui bahwa Supriyanto sebelumnya juga pernah dijebloskan ke dalam penjara. Pria 30 tahun itu terlibat dalam kasus sama, yaitu pencurian.

“Tersangka kami jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load