SALING PUKUL: Atlet tinju anak-anak bertarung tiga ronde dalam kejurda tinju di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Senin (11/4/2016). (Foto: Nurliana Ulfa/BatuTIMES)

SALING PUKUL: Atlet tinju anak-anak bertarung tiga ronde dalam kejurda tinju di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Senin (11/4/2016). (Foto: Nurliana Ulfa/BatuTIMES)



MALANGTIMES -  KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Batu tidak ingin sekadar menjadi penggembira di arena Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jatim 2019. Kota Batu membidik posisi 10 besar dengan target 10 medali emas.

Rencananya, Porprov Jatim 2019 bakal berlangsung Juli 2019 mendatang. Tuan rumah utama adalah Gresik dan daerah pendamping adalah Lamongan, Bojonegoro, Tuban.

Dari 40 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Porprov 2019, Kota Batu mengikuti  23 cabor. "Kami mengikuti 23 cabor dari 40 yang dipertandingkan. Dari 23 cabor itu, tentunya kami punya cabor yang diunggulkan," kata Ketua KONI Kota Batu Machfud.

Dua cabor andalan Kota Batu yaknk tinju dan paralayang. Tinju itu diunggulkan karena pada porprov sebelumnya mampu menjadi juara umum dengan enam medali emas. Sedangkan paralayang ditarget menjadi juara umum dengan raihan empat medali emas. "Dan kami yakin pasti atlet Kota Batu mampu berjaya lagi di porprov mendatang," imbuhnya. 

Menurut Machfud, untuk mencapai target itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Salah satunya dengan cara peningkatan pelatihan masing-masing cabor.

"Kami meminta kepada pelatih masing-masing cabor untuk meningkatkan program latihan mereka. Tujuannya agar dalam kejuaraan, si atlet menjadi yang terbaik," tandas mantan sekretaris KONI Kota Batu ini. 

 

End of content

No more pages to load