Rancang Sistem Barcode Angkot Sekolah Bersubsidi, Pemkot Malang Tunggu Anggaran

Ilustrasi sebuah angkot yang melintas di depan Balai Kota Malang tampak lengang dengan sedikit penumpang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ilustrasi sebuah angkot yang melintas di depan Balai Kota Malang tampak lengang dengan sedikit penumpang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tampaknya serius akan memberlakukan angkutan kota (angkot) sekolah bersubsidi bagi siswa sekolah. Rencananya, penerapan subsidi itu akan memakai sistem scan kode barcode. Sayangnya, wacana tersebut belum akan terealisasi dalam waktu dekat karena terkendala anggaran.  
 

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, pihaknya menilai sistem subsidi tersebut akan memberi keuntungan bagi banyak pihak. Meski demikian, pemkot masih menggodok aturan pelaksanaan angkot sekolah bersubsidi untuk siswa. Fokus subsidi itu, lanjutnya, juga akan diberikan pada siswa dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 
 

"Angkot bersubsidi itu bukan angkotnya, jadi siswa yang tidak mampu yang kita subsidi. Tapi nanti harus naik angkot," ujarnya. Selama ini, lanjut Sutiaji, pemkot sudah memiliki program-program serupa untuk membantu siswa kurang mampu. Misalnya pengadaan bantuan sepeda angin untuk siswa kurang mampu yang berdomisili tidak jauh dari sekolahnya.
 

Meski masih wacana, Sutiaji mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang. Dia juga menyebut, salah satu kendala dalam penerapan sistem subsidi itu adalah keterbatasan anggaran. "Belum diputuskan. Karena APBD 2019 kan sudah dok, belum tahu apakah bisa masuk (dalam perubahan APBD 2019)," jelasnya. 
 

Akan tetapi, Sutiaji sendiri sudah menggagas sistem operasional yang mungkin akan diterapkan seiring pelaksanaan program subsidi angkot sekolah. Rencananya, pemberian bantuan itu akan menggunakan karcis atau kartu yang telah disubsidi oleh Pemkot Malang. 
 

Pria yang akrab disapa Pak Aji itu juga mengusulkan penggunaan aplikasi yang ada di handphone (HP). "Atau nggak pakai HP aja, nanti ada barcode nya. Jadi, nanti kalau udah naik di-klik," terangnya. Barcode tersebut, lanjut Sutiaji, juga bakal terkoneksi dengan HP driver atau pengemudi angkot. "Nanti tinggal disetorkan ke pemkot," kata dia. 
 

Barcode juga akan tersambung dengan pengemudi angkot. Terkait spesifikasi angkot sekolah bersubsidi itu, Sutiaji menerangkan bila angkot yang digunakan nantinya harus sesuai dengan standar. "Artinya apa yang sudah ada dibenahi. Jadi meskipun naik angkot tapi tidak terlambat, juga dijamin keselamatan dan kesehatan," terangnya.
 

Meskipun begitu, Sutiaji masih belum bisa mengatakan apakah fungsi bus sekolah yang ada saat ini akan ditiadakan. "Belum mengarah ke sana," imbuhnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Organda Kota Malang mengusulkan ke Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang agar menjadikan angkot sebagai angkutan sekolah bersubsidi. Hal itu menyusul kegelisahan para supir angkot yang merasa nasib angkot saat ini tidak jelas.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top