Sebelum terjadinya Fattuh Makkah pada bulan Ramadan tahun delapan Hijriah, di depan Ka'bah ada dua patung berhala yang besar bernama Isaf dan Nailah. Isaf dan Nailah ini ternyata adalah seorang pasangan kekasih yang kemudian menjalin kasih dan melakukan perzinaan di depan Ka'bah, dan langsung dikutuk menjadi batu.

Dilansir dari channel YouTube Ensiklopedia Al Fatih, Isaf merupakan laki-laki yang tinggal di Yaman dan jatuh cinta kepada Nailah yang tinggal di Makkah. Namun ketika hendak melamar Nailah, orangtua Nailah tidak merestui. Hingga akhirnya ke duanya memilih untuk melakukan hubungan diam-diam.

Pada saat itu, musim haji merupakan momen yang digunakan untuk bertemu. Keduanya pun sepakat untuk bertemu di depan kakbah dan melakukan zina pada malam harinya. Karena pada malam hari kondisi Ka'bah memang sepi dan tidak ada aktivitas. Karena perlakuan itu, Allah SWT pun mengutuk mereka menjadi batu.

Keesokan harinya masyarakat yang hendak melakukan tawaf kaget, dan memilih meletakkan ke dua patung di lokasi yang berbeda. Patung Isaf diletakkan di bukit Safa dan patung Nailah di bukit Marwah. Hal itu sebagai pembelajaran bagi generasi berikutnya.

"Kami dahulu selalu mendengar kisah Isaf dan Nailah, mereka adalah laki-laki dan perempuan dari suku Jurhum. Mereka berdua berzina di dalam Ka'bah, maka Allah SWT mengubah mereka menjadi dua buah batu," kata Aisyah ra.

Pada masa Amru bin Luhai berkuasa, ke dua patung tersebut diletakkan di Ka'bah dan meminta masyarakat untuk menyembahnya. Amru bin Luhai disebut sebagai bapak kemusrikan.

Rasulullah SAW pernah berkata, "Saya diperlihatkan Amru bin Luhai oleh Allah di neraka dengan isi perutnya keluar karena panasnya dan siksaan yang berat. Karena  dialah orang pertama yang berubah agama Ibrahim. Hai Aksam, aku melihat Amr bin Luhai bin Qamaah bin Khindzi, menyeret usus-ususnya. Dan aku tidak melihat orang amat mirip dengan orang lain melainkan engkau dengannya dan dia denganmu,".

Kemudian Aksam berkata, "Barangkali kemiripannya denganku membahayakanku, wahai Rasulullah?. Rasulullah bersabda "Tidak karena engkau orang mukmin dan dia orang kafir. Dialah orang yang pertama kali merubah agama Ismail, memasang berhala, mengiris telinga unta, melepas saibah, memberikan washilah dan melindungi ham," HR Bukhari.

Dikisahkan, Amru bin Luhai sebenarnya adalah orang yang sangat baik hati. Masyarakat Makkah saat itu pun menganggapnya sebagai seorang ulama. Namun Amru bin Luhai tak memahami betul ajaran agama Ibrahim.

Suatu hari ia pergi ke Syam untuk berniaga di Balqa. Ia bertemu dengan suku Amalik yang mendengarkan ajaran Ibrahim hanya setengah-setengah. Suku asli Syam ini menyembah berhala dengan sebutan Allah.

Lalu Amru bin Luhai pun bertanya, "Apa yang sedang kalian lakukan?. Lalu dijawab "Patung-patung inilah yang memberi kami makan, minum dan kekuatan, sebagai penolong tatkala diminta pertolongan, serta pemberi hujan tatkala diminta hujan. Dan yang paling penting bisa mendekatkan diri kami kepada Allah,".

Setelah melakukan pembicaraan, Amru bin Luhai meminta salah satu patung. Dengan alasan di Makkah saat itu sedang kesulitan air. Patung bernama Hubal itu pun dibawa Amru bin Luhai ke Makkah. Sejak saat itu, Amru bin Luhai memerintahkan agar masyarakat membuat patung dengan ciri khas sukunya masing-masing. Dan HubaHubal merupakan patung yang paling dihormati oleh semua suku.

Patung Wood untuk suku Kai, patung Suwa untuk suku Khujail, patung Yaguz untuk suku Thoy, dan patung Yauq untuk Hamajan dan Yasar. Keduanya sebagai oleh-oleh dan cenderamata bagi jamaah yang melaksanakan ibadah haji.

Proses kejahiliahan ini berlangsung selama lima abad. Sebelum akhirnya Rasulullah datang datang dan membebaskan proses kemusyrikan itu di abad ke delapan Hijriyah.