Ilustrasi pohon tumbang (Doc MalangTIMES)

Ilustrasi pohon tumbang (Doc MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kejadian pohon tumbang, memang menjadi salah satu hal musibah yang cukup dikhawatirkan terjadi. Terlebih lagi, di kawasan Kota Malang. Dengan banyaknya pohon-pohon besar yang berusia tua dan ada di setiap sisi jalan, kejadian pohon tumbang memang cukup mengkhawatirkan.

Seperti halnya, kejadian yang terjadi di Jalan Mawar, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Dua orang korban yang diketahui merupakan istri dan anak seorang Ustad bernama Yunus, tertimpa pohon yang patah hingga mengakibatkan keduanya mengalami luka. Korban pun harus dilarikan ke rumah sakit RSSA (9/1/2019) untuk mendapatkan perawatan.

Dua orang korban tersebut bernama Hanifatul Azizah serta seorang anaknya berusia tiga tahun bernama Muadz Ar Razeen.

Terkait kondisi kedua korban saat ini, masih belum diketahui secara pasti. Namun posisi kedua korban masih berada di RSSA Kota Malang. Sementara, dari informasi salah satu petugas, anak korban masih berada didalam Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Keluarga korban sendiri, dikatakan pihak rumah sakit sedang menunggu diruang tunggu rumah sakit. Namun ketika coba ditelusuri MalangTIMES, masih mengalami kesulitan dengan banyaknya keluarga pasien yang juga menunggu dan jumlahnya ratusan.

Terkait hal tersebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinasnya, yakni Diah Kusuma Dewi, mengaku belum menerima informasi adanya korban yang tertimpa pohon.

Dijelaskan Diah lebih lanjut, terkait ganti rugi karena telah menjadi korban pohon tumbang, pihaknya menyampaikan, bahwa belum bisa memberikan ganti rugi kepada korban pohon tumbang.

Sebab, saat ini, masih belum terdapat aturan mengenai hal tersebut di Disperkim Kota Malang. Selain itu, juga belum ada peraturan wali kota (perwal) yang mengatur ganti rugi terhadap korban pohon tumbang. "Tapi akan kita coba rumuskan aturannya, bagaimana mekanismenya. Sebenarnya memang anggarannya ada. Pada 2019 rencana ada asuransi pohon.

Namun karena belum ada Standar Operasioan Prosedur (SOP) nya masih belum bisa. Masih butuh kajian lagi mungkin dengan studi ke daerah lain yang sudah ada asuransi pohon," bebernya

Untuk daerah lain seperti Bandung dan Bogor, pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp 150 juta  pertahun untuk membayar asuransi pohon kepada penyelenggara asuransi.

Sehingga jika nantinya asuransi pohon sudah berjalan, maka, korban yang tertimpa pohon tumbang akan tercover asuransi, yang bisa digunakan di seluruh Kota Malang. "Tapi rencana itu masih terus kami kaji dan matangkan,"pungkasnya

End of content

No more pages to load