Lahan untuk relokasi PKL di selatan GOR Ganesha telah usai. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Lahan untuk relokasi PKL di selatan GOR Ganesha telah usai. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Lahan relokasi yang bakal dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima (PKL) rumah tua atau Jl Sudiro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, di selatan GOR Ganesha akhirnya rampung. Lahan seluas 500 meter persegi itu dipersiapkan bagi 97 PKL yang ingin kembali beraktivitas berjualan.

Kamis (10/1/2019) lahan itu sudah terpasang paving. Pengerjaan pemasangan paving itu sudah dilakukan sejak Jumat silam.

Ya Pemkot Batu memfasilitasi lahan dan memperbaiki lahan tersebut yang sebelumnya merupakan tanah. “Sejak buntut eksekusi Pengadilan Negeri Malang terhadap lahan rumah tua yang digunakan PKL itu, memang kami segera bergerak,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Ia menambahkan, dengan selesainya pengerjaan paving tersebut, tentunya para PKL akan bisa menempati lahan itu dengan nyaman. Hanya, masih belum diketahui jumlah PKL yang ingin berjualan di sana.

“Tetapi kami masih belum tahu nanti berapa jumlah PKL yang bersedia berjualan di sana. Melihat PKL rumah tua ini menang berbeda dengan PKL alun-alun,” imbuhnya. 

Seluas lahan 500 meter itu disiapkan karena permintaan para PKL rumah tua. Tentunya agar perekonomian tidak terhenti karena imbas dari digusurnya lahan yang sudah mereka sewa sebelumnya.

Sebelumnya, kasus yang menimpa PKL rumah tua adalah pengosongan lahan karena buntut  sengketa dua pihak, yakni pemilik lama Suprapto dengan pemilik baru Linawati Hedijanto. Kasus sengketa lahan itu berawal dari gugatan yang dilayangkan pemilik lahan atas nama Linawati Hidajatno terhadap Suprapto.

Selama sekitar 10 tahun terakhir, lahan yang statusnya hak guna bangunan (HGB) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu itu dikelola oleh Suprapto. Suprapto yang juga mengaku pemilik lahan di rumah tua dan selama ini menarik uang sewa dari sekitar 78 PKL yang berjualan di sana.

End of content

No more pages to load