Ilustrasi.(Foto : Goggle Images)

Ilustrasi.(Foto : Goggle Images)


Editor


MALANGTIMES - Kepolisian Resort (Polres) Blitar resmi menahan aktivis anti-korupsi Mohamad Trijanto, Kamis (10/1/2019). Trijanto ditahan usai memenuhi wajib lapor yang dijalaninya dua kali seminggu atas kasus pelanggaran UU ITE yang menjeratnya.

Kabar penahanan Triyanto ini dibenarkan Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin. Surat perintah penahanan terhadap Trijanto disampaikan  saat yang bersangkutan datang ke Polres Blitar untuk melaksanakan wajib lapor.

"Benar, hari ini penyidik satreskrim telah menerbitkan surat perintah penahanan terhadap tersangka Mohamad Triyanto dalam perkara UU ITE," ucap Iptu Burhanudin, Kamis (10/1/2019).

Dia mengatakan, penyidik memiliki pertimbangan objektif maupun subjektif dalam melakukan penahanan dan semua sudah sesuai dengan KUHAP. "Memang sempat ada pengajuan penangguhan penahanan. Itu merupakan hak tersangka. Namun penyidik punya pertimbangan dan semua itu sudah sesuai apa yang ada dalam KUHAP," tegasnya.
Sementara itu, Hendi Priyono selaku kuasa hukum Trijanto mengatakan penahanan terhadap klienya cukup mengejutkan. Pasalnya, sejauh ini Trijanto sangat kooperatif. 

Bahkan aktivis anti-korupsi itu tak pernah absen dari wajib lapor pada Senin dan Kamis. Kliennya  juga tidak berusaha melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak  mengulangi perbuatan. Trijanto juga tidak mempersulit proses hukum yang dijalaninya salama ini.

"Dulu kami sudah mengajukan permohonan tidak ditahan dan sudah disetujui. Kenapa sekarang ada penahanan," ujarnya. 

Trijanto ditetapkan tersangka setelah mengunggah informasi adanya surat panggilan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk Bupati Blitar Rijanto di akun Facebook-nya. Surat KPK itu dipastikan palsu.

Oleh penyidik Polres Blitar, Trijanto dianggap melakukan penyebaran kabar hoax dan melanggar UU ITE.  Trijanto dilaporkan bupati Blitar melalui Kabag Hukum Pemkab Blitar.  Dalam kasus ini, Triyanto dijerat dengan UU ITE dan pasal lain dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

End of content

No more pages to load