Kabar Gembira, Anggaran Bedah Rumah 2019 Sekitar Rp 10 Miliar

MALANGTIMES - Di tengah persiapan menjelang tahap pelaksanaan pembangunan di tahun 2019 oleh Organisasi Perangkat Desa (OPD) Kabupaten Malang, menyeruak kabar gembira bagi warga Kabupaten Malang dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) yang dinakhodai Wahyu Hidayat.

Kabar gembira tersebut berupa kesiapan DPKPCK Kabupaten Malang dalam menggulirkan kembali program bedah rumah warga miskin. Dimana, anggaran untuk salah satu bagian pengentasan kemiskinan dialokasikan sebesar Rp 10 miliar.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk melakukan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sekitar 1.000 unit di berbagai wilayah Kabupaten Malang.

"Kita mengajukan nominal tersebut untuk tahun ini. Semoga bisa terealisasi semuanya, karena bedah rumah merupakan program strategis dalam pengentasan kemiskinan," kata Imam Suyono Kepala Bidang Perumahan DPKPCK Kabupaten Malang kepada MalangTIMES, Kamis (10/01/2019).
Imam melanjutkan, pihaknya akan mengalokasikan sekitar Rp 15 juta per unit dalam program bedah rumah nantinya. Tentunya, dengan nominal tersebut tidak semua pembangunan rumah tuntas dan siap huni oleh warga penerima manfaat.
"Program ini adalah stimulus. Jadi memang bukan sekaligus rumah yang dibedah itu total dibangun. Tapi sifatnya melakukan rehab. Karenanya kita berharap, penerima manfaat maupun warga setempat bisa saling bahu membahu dalam program ini," ujarnya.
Target bedah rumah dengan leading sector di DPKPCK Kabupaten Malang, memang bukan bangun total. Tapi hanya bangun rehab dengan target keliling rumah terselesaikan. Serta pembangunan jamban sehat yang jadi satu kesatuan di dalam rumah yang dibedah.


Selain dari anggaran daerah senilai Rp 10 miliar yang berada di pos bantuan sosial (bansos). Bantuan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) pun tetap diusahakan mengucur ke Kabupaten Malang.
Imam menyampaikan, pihaknya telah mengajukan untuk bantuan program bedah rumah ke pusat. "Kita ajukan sekitar 500 unit dengan sistem bangun total. Jadi satu unit diperkirakan mendapat anggaran sekitar Rp 30 juta dari dana alokasi khusus (DAK)," urainya.
Walau untuk anggaran dari DAK belum bisa dipastikan secara nominalnya tapi pihak DPKPCK Kabupaten Malang optimis bahwa ajuannya akan bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat. "Kita optimis program bedah rumah dengan anggaran DAK bisa turun tahun ini. Walaupun dimungkinkan ada pengurangan jumlah unitnya," pungkas Imam.

 

Top