Incar Pemain Kakap Korupsi UM, Kejari Tunggu Bukti Tambahan yang Akan Dibeber Terpidana Sutoyo

Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Ujang Supriyadi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Ujang Supriyadi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang terus melakukan pendalaman terhadap kasus korupsi laboratorium MIPA Universitas Negeri Malang (UM). Kejari tengah melakukan telaah terhadap nyanyian Sutoyo, terpidana yang terakhir terciduk Kejari Kota Malang setelah lama buron.

“Saat ini kami masih melakukan telaah dan kajian terhadap putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Ya  terkait nyanyian Sutoyo yang sempat menyebut keterlibatan yang lain,” ujar Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Ujang Supriyadi saat mendampingi Kepala Kejari Kota Malang Amran Lakoni (9/1/2019).

Sesudah tertangkap, Sutoyo sempat mengatakan bahwa dia bukanlah aktor utama kasus tersebut. Sutoyo menyebut dirinya merupakan pemain kelas teri. Sehingga ia juga mendesak agar pihak kejari menangkap  pemain kakap dalam kasus tersebut. Kakap yang dia maksud adalah pimpinan kampus.

Menurut kasi pidsus Kejari Kota Malang, nyanyian Sutoyo tersebut memang tak bisa serta merta dijadikan dasar. Sebab, lanjut Ujang, semua harus mengacu pada putusan kasasi yang dikeluarkan MA.

“Dalam putusan kasasi itu, ada tidak aliran dana seperti yang disebutkan  Sutoyo. Kalau tidak ada, tentu kami akan sangat kesulitan mengungkapnya," ujar dia.

Selain itu, Kejari Kota Malang saat ini tengah menunggu janji Sutoyo yang saat itu mengatakan akan membeberkan sejumlah bukti untuk pengungkapan kasus ini lebih lanjut.

"Kami masih tunggu janji Sutoyo untuk memberikan data baru. Dulu dia sempat menyatakan akan memberikan data melalui keluarganya, yakni istrinya.  Tapi sampai saat ini masih belum ada bukti yang diberikan," ungkap Ujang.

Seperti diketahui sebelumnya, Sutoyo terlibat dalam kasus pengadaan laboratorium MIPA di UM tahun 2009. Proyek pengadaan lab MIPA tersebut menelan anggaran sekitar Rp 45 miliar. Namun berdasarkan penyelidikan, diduga sekitar Rp 14 miliar dikorupsi dan diduga mengalir ke sejumlah pihak.

Sutoyo sendiri awalnya sempat menampik telah menerima  aliran dana sebesar Rp 10 juta. Ia mengaku sama sekali tak pernah menerima aliran dana tersebut. 

Editor : Yunan Helmy
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top