Screnshoot postingan keluarga orang hilang yang di unggah ke media sosial, Kabupaten Malang (Foto : Facebook)

Screnshoot postingan keluarga orang hilang yang di unggah ke media sosial, Kabupaten Malang (Foto : Facebook)



MALANGTIMES - Sejatinya tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan. Termasuk polemik rumah tangga.

Namun, apa yang dilakukan Yuyun Ernawati warga Jalan Banurejo, Kecamatan Kepanjen ini tergolong nekat.

Bagaimana tidak, wanita 50 tahun itu memilih meninggalkan suami dan dua anak kandung serta dua anak angkatnya sejak 29 Desember 2018 lalu.

Dari penelusuran MalangTIMES, sekitar satu bulan sebelum memutuskan meninggalkan keluarganya ibu rumah tangga ini sempat cek-cok dengan suaminya. 

Mungkin karena depresi, Yuyun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumah.

“Sekitar dua minggu lalu, dia (Yuyun) sempat pamit kepada saya jika ingin ke rumah saudaranya di Surabaya. Saat itu ibu pergi dari rumah dengan mengendarai ojek mobil (ojek online),” kata Bryan Ferdiansyah Rosady (anak Yuyun), Rabu (9/1/2019).

Sejak saat itu, Yuyun sudah tidak diketahui keberadaannya. Bahkan saat dihubungi melalui telepon yang bersangkutan juga tidak memberi tanggapan. 

“Dari informasi driver mobil ojek, mengatakan jika ibu saya terakhir kali minta diantarkan ke terminal Arjosari,” sambung Bryan.

Berawal dari informasi tersebut pihak keluarga sempat menghubungi kerabat yang ada di Surabaya. 

Namun diketahui, Yuyun sedang tidak ada di sana. Tidak berhenti di situ, keluarganya juga sempat mengorek informasi kepada teman, kerabat, maupun saudara lainnya. 

Tapi hasilnya tetap sia-sia. Tidak ada yang mengetahui keberadaan wanita yang kini berusia setengah abad tersebut.

“Dari keterangan saudara saya, dulu  ibu memang pernah minggat (kabur dari rumah) saat masih muda,” terang Bryan.

Remaja yang kini berusia 19 tahun itu menambahkan selama ibunya memutuskan meninggalkan rumah. 

Pihak keluarga selalu mencari keberadaannya di rumah sakit, stasiun, dan terminal yang ada di Malang.

“Hampir setiap hari setelah ibu pergi, saya mencari di Rumah Sakit dan pangkalan transportasi umum. Sebab ibu saya memang sempat mengeluh sakit tengorokan, selain itu dia juga memiliki riwayat sakit jantung,” tutur Bryan.

Merasa frustasi, belakangan diketahui pihak keluarga juga sempat berkonsultasi ke beberapa paranormal. 

Hasilnya, dikabarkan jika Yuyun bakal kembali ke rumah setelah 4 hari.

“Katanya sih gitu mas, tapi ini sudah hampir dua minggu tapi belum juga ketemu. Kami sudah menghabiskan banyak biaya untuk mencari korban maupun ke orang pintar (paranormal), kalu dihitung-hitung lebih dari Rp 5 juta,” imbuh Bryan.

Mahasiswa yang duduk di bangku perkuliahan favorit pada salah satu Universitas di Kota Malang ini menambahkan terakhir kali Yuyun pergi meninggalkan rumah dengan mengenakan jaket abu-abu, celana pendek warna coklat, tas jeans warna biru, dan mengenakan kacamata warna ungu.

“Ciri-ciri ibu saya, rambut kriting panjang sekitar sepunggung dan beruban, serta kulitnya sawo matang. Jika ada yang menemukan tolong laporkan kepada kami, atau dibawa ke kantor polisi setempat,” keluhnya dengan nada lirih.

Selain terus melakukan pencarian, kejadian ini juga sempat diposting ke 2 grub facebook yang ada di Malang Raya. 

Dari pantauan wartawan, postingan tersebut diunggah oleh suami Yuyun pada 30 Desember 2018 lalu.

“Kalau memang ada masalah dengan bapak (suami Yuyun), ya semoga lekas selesai. Tapi ini masalahnya anak-anaknya juga pada nyari, kalau ada info keberadaan ibu saya tolong dikabari ya mas, trimakasih,” tutup Bryan.

 

End of content

No more pages to load