Karim tersangka penggelapan saat diamankan ke Polsek Poncokusumo, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Poncokusumo for MalangTIMES)

Karim tersangka penggelapan saat diamankan ke Polsek Poncokusumo, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Poncokusumo for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Beginilah jadinya jika tidak menjaga amanah sebagaimana mestinya. 

Alih-alih menjaga kepercayaan dari orang lain, Karim warga Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo ini, malah berujung dicebloskan ke dalam tahanan.

“Tersangka kami amankan karena terlibat kasus penggelapan,” kata Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto, Rabu (9/1/2019).

Diperoleh informasi, penangkapan pelaku penggelapan ini bermula saat Karim nekat menjual sapi milik majikannya, Kamis (3/1/2019).

Belakangan diketahui, sapi jantan jenis mental tersebut, dijual tersangka tanpa sepengetahuan korban yang bernama Suriyat, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo.

Kepada petugas, Suriyat mengaku jika sapi berwarna coklat tersebut, dia beli pada bulan Agustus 2018 lalu. 

Karena tidak punya waktu untuk merawatnya, pria yang kesehariannya bekerja sebagai seorang pedagang itu, lantas menitipkannya kepada tersangka.

Setelah sekitar 5 bulan dirawat oleh pelaku, sapi yang berusia  2,5 tahun itu, tiba-tiba dijual oleh pria yang kesehariannya bekerja sebagai seorang petani tersebut. 

 

“Dari pendalaman penyidik, tersangka sudah dua kali menjual sapi milik korban. Sebelumnya, pada bulan Desember 2018 lalu, sapi jenis preksi milik korban, juga dijual oleh pelaku,” sambung Andik.

Merasa tidak terima, kejadian ini lantas dilaporkan kakek 63 tahun tersebut, ke Polsek Poncokusumo, Minggu (6/1/2019). 

“Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp 16,8 juta,” terang Andik, kepada MalangTIMES.

Andik menambahkan, sesaat setelah mendapat laporan, beberapa personel kepolisian dikerahkan untuk mencari keberadaan pria 57 tahun tersebut. 

“Ketika diamankan, tersangka mengakui semua perbuatannya. Hingga kini kami masih melakukan pengembangan,” imbuhnya.

Selain melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi juga sudah menghimpun keterangan dari beberpaa saksi. 

“Saat ini kami masih menelusuri keberadaan barang bukti berupa sapi milik korban, yang sudah dijual ke seseorang. Sementara ini identitasnya masih kita telusuri,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load