Kepala Dindik Kabupaten Malang M Hidayat (foto: Nana/ MalangTIMES)

Kepala Dindik Kabupaten Malang M Hidayat (foto: Nana/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan di tahun 2019 diprediksi meningkat dibandingkan tahun 2018 lalu. Perkiraan kenaikan DAK pendidikan untuk Kabupaten Malang tersebut direncanakan untuk peningkatan infrastruktur gedung sekolahan dasar (SD) dan SMP. Serta peningkatan kualitas prestasi akademik di sekolah di bawah wilayah Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dindik Kabupaten Malang M Hidayat dalam upaya persiapan proses pembangunan di dunia pendidikan di tahun 2019.

“Tahun ini diprediksi ada kenaikan DAK Pendidikan dari tahun lalu. Kisarannya sekitar 25 persen. Hal ini tentu menggembirakan bagi dunia pendidikan kita. Sehingga diharapkan dunia pendidikan di Kabupaten Malang semakin baik dan maju tahun ini,” kata Dayat sapaan Kadindik Kabupaten Malang.

Adanya prediksi kenaikan DAK tahun 2019 tersebut ditunjang dengan penganggaran daerah (APBD) Kabupaten Malang dalam kaitannya dengan rencana pembangunan sektor pendidikan. Sehingga, bisa dikatakan di tahun 2019 ini, dunia pendidikan cukup besar digelontor anggaran.

Besarnya anggaran tersebut, menurut Dayat tentunya perlu diiringi dengan kesiapan dari pihak sekolah. Sehingga pada saat proses pencairan nantinya, seluruh syarat administrasi sekolah yang akan mendapat bantuan dari anggaran daerah maupun DAK, telah siap. Karenanya, Dindik Kabupaten Malang, mengimbau pihak sekolah untuk bisa mempersiapkan berbagai syarat administrasi.

“Kita harapkan pihak sekolah bisa mengajukan proposal untuk bantuan tersebut. Khususnya, bagi sekolah yang benar-benar membutuhkan bantuan. Baik untuk persoalan rehab gedung sekolah SD dan SMP. Saya tekankan bagi sekolah yang bisa dibilang kondisinya darurat untuk segera dibangun,” ujarnya.

Disinggung berapa nominal DAK 2019 pendidikan, Dayat belum bisa menjawab secara pasti jumlahnya. Tapi, dirinya mendasarkan pada kenaikan anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 2018, total anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 444,1 triliun, meningkat menjadi Rp 492,5 triliun pada tahun 2019. Sebagian besar anggaran fungsi pendidikan ditransfer ke daerah melalui mekanisme Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) baik fisik maupun nonfisik untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD). Secara prosentase, sebanyak 62,6 persen atau Rp 308,4 triliun anggaran fungsi pendidikan disalurkan ke daerah. Dengan alokasi DAK fisik alokasi sebesar Rp 16,9 triliun, dan untuk DAK nonfisik sebesar Rp 117,7 triliun.

Sedangkan untuk anggaran daerah di tahun 2019, Dindik Kabupaten Malang telah menyiapkan sebesar Rp 2 miliar. Dimana, anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi gedung SD dan SMP dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta menunjang prestasi akademik. “Kita bertahap untuk rehab gedung sekolah dengan kondisi banyak dan luasnya wilayah di Kabupaten Malang. Karenanya saya tegaskan, silahkan pihak sekolah yang kondisi gedungnya terbilang darurat, mempersiapkan proposal. Agar kita bisa melakukan survey ke lapangan,” ujar Dayat.

Dayat juga mengatakan, selain untuk rehab , anggaran daerah dan DAK 2019 diperuntukkan untuk meningkatkan prestasi akademik dengan menggunakan metode try out. Baik yang diselenggarakan oleh sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan tersebut, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur (jatim). Dimana, pendidikan tingkat dasar di Kabupaten Malang masih berada di peringkat 17 Jatim. Sedangkan untuk sekolah menengah pertama (SMP) berada di peringkat 20.

“Untuk meningkatkan itu, kami berupaya seluruh sekolah melakukan pelatihan berupa try out berbasis IT untuk menghadapi UNBK,” pungkas Dayat.

End of content

No more pages to load