Kapolsek Ngajum AKP Farid Fathoni saat mengunjungi salah satu korban siswa SD yang keracunan di Puskesmas Ngajum, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Ngajum for MalangTIMES)

Kapolsek Ngajum AKP Farid Fathoni saat mengunjungi salah satu korban siswa SD yang keracunan di Puskesmas Ngajum, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Ngajum for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Peristiwa ini harus bisa dijadikan perhatian para orang tua siswa. 

Selain memperhatikan pergaulan sang buah hati, makanan dan jajanan yang hendak dikonsumsi juga harus diperhatikan. 

Jika tidak, bisa saja pristiwa yang dialami 21 siswa Sekolah Dasar (SD) Balesari 02 Kecamatan Ngajum, bakal menimpa putra putri kita.

Dari pendalaman MalangTIMES, sebanyak 21 siswa SD itu, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi jajanan yang dijual di depan sekolah mereka, Senin (7/1/2019).

“Setelah memakan sate usus, ke 21 siswa SD tersebut mengeluh pusing, mual, dan muntah-muntah,” kata Kapolsek Ngajum, AKP Farid Fathoni, Selasa (8/1/2019).

Pihak sekolah yang merasa khawatir, seketika membawa anak didiknya ke Puskesmas Ngajum. 

“Setelah sempat menjalani perawatan intensif di Puskesmas setempat, sebagian besar siswa sudah diperkenankan pulang,” sambung Farid.

Merasa ada yang tidak wajar, pristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Ngajum, Senin (7/1/2019) siang. 

Dari pendalaman polisi, sebelum masuk sekolah, ke 21 siswa membeli jajanan sate usus yang dijual oleh salah satu pedagang di luar area sekolah.

Diketahui, penjual tersebut menjajakan jualannya menggunakan sepeda motor yang diberi gerobak pada bagian belakangnya.

Semula tidak ada yang mengkhawatirkan saat para siswa mengonsumsi jajanan tersebut.

Namun berselang sekitar satu jam kemudian, puluhan pelajar, mulai merasakan mual secara bersamaan. 

Tidak hanya itu, sebanyak 21 siswa ini, juga mengeluh pusing dan seketika muntah-muntah.

Selain melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi juga menghimpun keterangan dari beberapa saksi. Salah satunya Kepala SD Balesari 02 Najum.

Di hadapan petugas, Sukariyah sempat menanyakan kepada peserta didiknya, terkait fenomena janggal tersebut. 

Ketika ditanya, seluruh siswa yang keracunan mengaku sempat mengonsumsi jajanan sate usus yang dijual di depan sekolah.

Diperoleh informasi, dari 21 pelajar, 20 orang di antaranya sudah diperkenankan pulang setelah mendapatkan perawatan medis, Senin (7/1/2019).

Sedangkan satu di antaranya, yakni Ocha Elok Dian Agustin belum diperkenankan pulang oleh tim medis. Bocah 11 tahun itu, harus menjalani rawat inap karena keracunan.

“Setelah sempat menjalani rawat inap, hari ini dia (Ocha) sudah diperkenankan pulang. Hingga saat ini semua korban keracunan berangsur membaik,” terang mantan Kasubag Humas Polres Malang ini.

Anggota polisi dengan tiga balok di bahu ini mengaku, masih terus melakukan penyelidikan. Termasuk memburu identitas pedagang yang menjual sate usus tersebut. 

“Usai menjual sate usus, pendagang seketika pergi meninggalkan sekolah. Beberapa saksi yang kami mintai keterangan, juga tidak ada yang mengenal penjual itu,” tutur Farid.

Farid menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang menunggu hasil labfor, guna memastikan penyebab keracunan. 

Sebagai barang bukti, bungkus plastik sisa sate usus juga sudah disita petugas.

“Sisa jajanan dan muntahan korban, sudah dibawa ke Laboratorium milik Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Kemungkinan sekitar satu minggu ke depan, hasilnya baru bisa diketahui,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load