Bebaskan Kawasan Mergan Dari Kemacetan, Polisi dan Dishub Lakukan Hal Ini

Jan 08, 2019 13:56
Petugas saat melakukan sosialisasi dan pemantauan penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan Mergan (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Petugas saat melakukan sosialisasi dan pemantauan penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan Mergan (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satlantas Polres Malang Kota, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, mulai hari ini (8/1/2019), melakukan rekayasa lalu lintas dan pengaktifan kembali traffic light di Perempatan Mergan.

Rekayasa dan pengaktifan tersebut, dikarenakan banyaknya pelanggaran yang dilakukan para pengendara di Perempatan Mergan, sepanjang hari, sehingga berdampak terjadinya kemacetan panjang yang mengular pada waktu tertentu.

Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko

Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Ari Galang Saputro melalui Kaur Bin Ops (KBO) Polres Malang Kota, Iptu Endiex Purwantoro menjelaskan, bahwa kemacetan yang terjadi karena ketidakteriban para pengendara dan juga adanya supeltas yang tidak resmi, membuat trouble lalu lintas di Perempatan Mergan ini perlu mendapat perhatian khusus.

"Makanya untuk memecahkan trouble tersebut, juga dilakukan rekayasa lalu lintas dari arah Bandulan serta pengaktifan kembali traffic light yang dulu sudah lama dimatikan karena mengalami trouble. Dengan begitu, harapannya hal ini bisa mengurai kemacetan," jelasnya (8/1/2018).

"Di sini jalannya kan juga sempit, seperti arah Mergan Lori, kalau tidak ditertibkan, malah semakin macet," bebernya.

Sementara itu, rekayasa yang dilakukan, yakni dilakukan dari arah Bandulan. Dari arah tersebut, nantinya pengendara tak boleh lansung lurus atau belok ke kanan. Namun pengendara harus berbelok ke kiri dan memutar balik jika ingin ke arah Jalan Mergan Lori.

"Mereka yang dari Bandulan dan ingin ke arah Sukun, harus belok kiri dulu, kemudian memutar pada u-turn sebelah pasar atau pada u-turn dekat Ijen Nirwana," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk pengaturan fase traffic light sendiri, dibagi menjadi tiga fase. Untuk traffic light sebelah selatan dan sebelah timur diberikan waktu 30 detik, sedangkan dari sebelah utara yang menuju ke barat atau ke selatan diberi waktu 25 detik.

"Kalau truk-truk besar dari arah Bandulan sebenarnya tidak boleh masuk, karena jalan ini adalah jalan kelas tiga. Jalan kota itu tak ada jalan kelas dua atau kelas satu. Makanya kami imbau tak lewat sini. Nanti juga akan kita berikan rambu-rambu," paparnya.

Baca Juga : Bukunya Viral Jadi Barang Bukti Kasus Anarko, Tere Liye Beri Respon Begini

Terkait hal ini, masih akan dilakukan uji coba selama dua minggu kedepan. Setelah itu, akan kembali dilakukan evaluasi mengenai penerapan rekayasa lalu lintas di Perempatan Mergan.

"Namun yang terpenting, sebenarnya adalah kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan dalam berlalu lintas, hal itu tentu berdampak pada kelancaran lalu lintas dan minimnya insiden," terangnya.

Di sisi lain, Kabid Lalu Lintas Dishub, Agus Mulyono mengatakan, pihaknya akan melakukan penyempurnaan terhadap fasilitas yang ada di Perempatan Mergan. Seperti pengecatan marka, pemasangan rambu-rambu pendukung maupun rambu larangan.

"Kami harapkan semua berjalan lancar, setelah adanya rekayasa ini. Kami juga mengimbau sekali lagi agar masyarakat tertib berlalu lintas," pungkasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
jombang berita jombangPolisi dan Dishub Lakukan Hal Ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru