Suasana warga Kota Malang tengah mengantre mengurus administrasi kependudukan di Perkantoran Terpadu Pemkot Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Suasana warga Kota Malang tengah mengantre mengurus administrasi kependudukan di Perkantoran Terpadu Pemkot Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang terus meminimalkan potensi data ganda pemilih dalam Pemilu 2019, April mendatang. 

Warga pun diimbau untuk segera melakukan pelaporan jika ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Kasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Kota Malang, Darmanto menjelaskan bahwa ada dua prioritas penataan data administrasi kependudukan (aminduk) di awal 2019 ini. 

Selain menghapus data kependudukan yang ganda, juga diprioritaskan pada data penduduk yang sudah meninggal dunia. 

"Perbaruan data dari laporan kematian ini dilakukan tiap bulan oleh petugas," terangnya. 

Caranya, lanjut Darmanto, dengan mendata permohonan akta kematian yang diajukan pada setiap hari. 

"Karena pendataannya kan kontinyu dan dinamis. Kalau hari ini ada yang mengajukan permohonan akta kematian data berubah lagi. Belum lagi yang pindah keluar, itu juga bisa masuk pembaharuan data lagi," urainya. 

Darmanto menyebut, pihak Dispendukcapil Kota Malang juga melakukan pembaharuan data kependudukan secara spesifik. 

Terutama untuk penyediaan data kependudukan yang diperlukan jelang Pileg dan Pilpres, April mendatang. 

"Sebenarnya tidak saat jelang Pemilu saja. Tetapi, evaluasi pembaharuan data lebih ditingkatkan. Untuk kebutuhan data pemilih sementara nanti," terangnya. 

Sepanjang tahun 2018, Dispendukcapil Kota Malang berhasil merekam ratusan ribu e-KTP dan kartu identitas anak (KIA). 

Mendekati momen Pemilu 2019, mereka juga mengimbau masyarakat supaya segera melakukan perekaman e-KTP. 

"Pada 2018 lalu total perekaman data e-KTP sebanyak 24.600 sedangkan KIA ada 19.355 anak," tuturnya. 

Untuk 2019 ini, pihak Dispendukcapil menargetkan kepada para warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. 

"Kami juga masih aktif mendatangi warga untuk melakukan perekaman e-KTP ke rumah-rumah," beber dia. 

Menurutnya, masih ada beberapa warga Kota Malang yang masih belum melakukan perekaman e-KTP. Tentunya, hal tersebut akan menghambat jalannya proses Pemilu. 

"Kalau data angkanya, kami belum menghitung secara pasti. Namun, kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk segera melakukan perekaman e-KTP," pungkasnya.

End of content

No more pages to load