Poster DreadOut (Ist)

Poster DreadOut (Ist)



MALANGTIMES - Virus DreadOut yang diciptakan Kimo Stamboel diklaim telah menyebar kepada 302.860 orang sejak awal tahun 2019, tepatnya 3 Januari 2019 lalu.

Penyebaran virus DreadOut tersebut tentunya terbilang cepat. Hanya butuh tiga hari, masyarakat Indonesia terpaparnya. Dengan rata-rata satu hari virus DreadOut telah menyerang sebanyak 100 ribu orang. Serta dimungkinkan akan terus bertambah dengan penayangan dalam berbagai bentuk lain selain layar lebar.

Seperti apakah virus DreadOut yang telah menyerang ratusan ribu penonton Indonesia tersebut sehingga mereka tergiring masuk portal gaib yang diracik oleh tangan pembuat Rumah Dara, Killers, Headshot dan beberapa film lainnya bersama Timo Tjahjanto yang mengusung nama Mo Brothers itu?

Dari beberapa lansiran, DreadOut yang merupakan film bergenre horor ternyata tidak terlalu menakutkan dan menegangkan layaknya film-film horor Indonesia yang masih merajai dunia perfilman Indonesia sampai saat ini. 

Dimungkinkan, film yang diadaptasi dari game video horor survival Indonesia berjudul sama serta dikembangkan  Digital Happiness atau Digital Semantika, studio berbasis di Bandung yang berdiri sejak 2013, tersebut tidak ingin menghabiskan virus DreadOut hanya di satu film. Tapi DreadOut akan dijadikan semesta atau memiliki seri serupa film-film Hollywood lainnya.

Selain hal tersebut, gaya Kimo Stamboel yang penuh adegan berdarah-darah di berbagai filmnya tidak bisa secara leluasa di DreadOut. Ranting +17 yang disematkan di film tersebut membuat gaya Kimo tidak bisa leluasa.

Tapi, hal tersebut tetap tidak membuat virus DreadOut melemah pada penonton. Jumlah yang diklaim telah terserang virus tersebut telah membuktikannya hanya dalam tiga hari. Dari berbagai sisi, DreadOut tetap menonjol sebagai film horor yang memiliki mutu dan tidak sekadar menjual kengerian semata.

DreadOut menceritakan sekelompok remaja SMA bernama Jessica (Marsha Aruan), Beni (Muhammad Riza Irsyadillah), Dian (Susan Sameh), Alex (Ciccio Manassero), Erik (Jefri Nichol) dan Linda (Caitlin Halderman). Layaknya generasi milenial saat ini, gadget dan media sosial merupakan alat eksistensi mereka. Salah satunya dengan membuat siaran langsung nyeleneh yang akan membuat mereka terkenal dan meraih status di media sosial.

Beranjak dari harapan generasi milineal saat ini, kelima remaja SMA itu dengan bermodal nekat pergi ke apartemen angker. Di apartemen tersebut, mereka menemukan sebuah ruangan  yang telah disegel garis polisi. Mereka juga menemukan secarik perkamen kuno yang terbuat dari kulit binatang. 

Cerita horor pun dimulai saat salah satu dari mereka membaca tulisan kuno di perkamen tersebut. Tanpa sadar, mereka telah membuka gerbang neraka  yang penuh dengan hal-hal mengerikan. Mirip dengan film horor berjudul Alas Pati yang membuat para tokohnya dikejar-kejar roh karena merasa diganggu pembuatan video untuk mencari popularitas di media sosial.

Berbagai makhluk gaib, mulai perempuan berkebaya yang bisa memutar kepalanya, hantu pocong yang membawa celurit, serta makhluk-makhluk gaib lainnya,  siap menghabisi nyawa Linda, Jessica, Beni, Dian, Alex dan Erik.

Selain virus DreadOut, masyarakat Indonesia pun akan terus diteror virus horor selama Januari 2019. Tabu-Mengusik Gerbang Iblis garapan Angling Sagaran akan rilis dan tayang perdana di bioskop pada 24 Januari 2019. Mata Batin yang terbilang sukses dengan menjangkiti virus  1,2 juta penonton akan kembali meramaikan jagad perhantuan dengan film sekuelnya. Mata Batin 2 karya Rocky Soraya akan tayang di bioskop pada 17 Januari 2019.

Tanggal 10 Januari 2019, Perjanjian dengan Iblis yang disutradarai Ardy Octaviand dan menempatkan Shandy Aulia (Annisa) sebagai tokoh utama juga akan meramaikan dunia perhororan di Indonesia. (*)

 

End of content

No more pages to load