Ilustrasi kendaraan curian (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Ilustrasi kendaraan curian (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kejadian pencurian kendaraan bermotor (curanmor), saat ini masih saja seringkali terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggasak motor-motor tersebut dengan berbagai modus yang beragam seiring dengan perkembangan zaman.

Terkait modus-modus yang digunakan para pelaku curanmor, berikut MalangTIMES telah merangkum berbagai modus-modus yang digunakan pelaku dari berbagai daerah. 
Hal ini perlu untuk diketahui oleh masyarakat, sehingga bisa mengantisipasi dengan lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan.

1. Pura-pura kenal orang tua.

Kejadian dengan menggunakan modus ini, sempat terjadi di Kampung Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Saat itu seorang siswa sekolah berinisial A, berusia 16 tahun, tiba-tiba saja didatangi oleh dua orang pelaku.

Selanjutnya, pelaku langsung berpura-pura mengenal orang tua korban dan juga mengaku merupakan kerabat orang tua korban. Saat itu, pelaku berbicara dengan bahasa yang cukup meyakinkan agar korban percaya dengan perkataan pelaku.

Begitu korban yakin, kemudian pelaku meminjam sepeda motor korban yang sedang dikendarai dan berjanji akan segera mengembalikannya. Korban yang terlanjur percaya dengan pelaku, akhirnya memberikan sepeda motor tersebut.

Namun setelah ditunggu cukup lama, motor tersebut tak kunjung kembali. Disitu korban akhirnya baru sadar telah menjadi korban kejahatan.

2. Modus Remas Payudara

Kasus curanmor yang menggunakan modus ini terjadi di kawasan Karang Timur, Tangerang dan berhasil diungkap oleh Polda Metro Jaya. Modus para pelaku curanmor ini memang cukup berbeda dengan motif kebanyakan.

Sebab para pelaku berpura-pura menuduh pengendara motor, khususnya pria, bahwa telah meremas payudara teman perempuan pelaku. Pelaku langsung memepet korbannya dan mengatakan jika korban telah meremas payudara teman wanitanya.

Setelah korban diberhentikan, kemudian korban diminta untuk mengikuti pelaku. Namun korban tidak mengendarai motornya sendiri, melainkan korban diminta untuk dibonceng oleh salah satu pelaku. Sementara motor korban dibawa oleh satu teman pelaku.

Dan ketika ditengah jalan, Kemudian korban diminta untuk turun dan diminta menunggu pelaku untuk memanggil teman wanitanya yang dikatakan pelaku sempat diremas oleh korban. Begitu-begitu korban turun, lantas pelaku langsung saja tancap gas meninggalkan korban.

3. Modus menggunakan media sosial untuk mencari sasaran.

Kemajuan teknologi, ternyata tidak hanya membawa dampak positif saja namun hal tersebut ternyata juga menjadi salah satu senjata untuk para pelaku kejahatan melakukan aksinya.

Seperti kasus curanmor yang terjadi di Pekanbaru. Seorang wanita yang diketahui bernama Zhurayda warga Jalan Manunggal, Kecamatan Desa Rimbo Panjang, Pekanbaru, menjadi korban curanmor oleh pria yang baru dikenalnya lewat media sosial.

Pelaku awalnya mengirimi pesan berkenalan terhadap korban. Pesan tersebut kemudian direspon oleh korban sampai akhirnya sempat terjadi pertemuan oleh korban dan pelaku pelaku keesokan harinya

Kemudian dengan berbagai macam bujuk rayu, pelaku meminta korban untuk menjemputnya yang kemudian diajak untuk keliling kota. Pelaku dan korban yang kemudian sepakat menuju salah satu mall, akhirnya tiba ditempat yang mereka tuju.

Dan ketika korban turun dan kemudian mulai memasuki kemudian mulai memasuki tempat tersebut, pelaku lamgsung meninggalkan korban korban tanpa sepengetahuannya.

Korban yang sadar jika pria yang ia kenal sudah tidak ada ada sudah tidak ada ada kenal sudah tidak ada ada sudah tidak ada bersamanya, juga menyadari bahwa kunci motor dan karcis parkir juga dibawa oleh pelaku. Setelah dicek ditempat parkir,  pelaku telah kabur meninggalkan korban.

4. Pura-pura jadi driver ojek online dan penumpang.

Kejadian curanmor dengan motif ini juga haris diwaspadai. Sebab pelaku benar- benar menyaru sebagai seorang driver ojek online. Sementara, satu rekannya menyamar sebagai penumpang ojek online.

Biasanya mereka ini berkeliling mengitari kawasan pemukiman yang memungkinkan terdapat sepeda motor yang terparkir motor yang terparkir. Begitu kondisi sepi, kedua pelaku langsung berhenti didepan rumah dan satu pelaku yang sebelumnya menyaru sebagai penumpang, langsung turun untuk mencuri motor sasaran.

5. Modus tukar motor dan ganti plat diparkiran

Modus pencurian ini, sempat heboh terjadi dikawasan Surabaya. Modusnya saat beraksi, pelaku pergi kesebuah mall dengan menggunakan motor tua dan parkir  seperti biasanya. Namun setelah menemukan sasaran dan melihat situasi aman, pelaku kemudian mengganti plat nomor motor curiannya dengan plat nomor motor tuanya.

Setelah menganti plat nomor tersebut, pelaku lantas segera kabur namun tetap melewati pintu keluar parkir. Karena kendaraan sudah memiliki plat kendraan yang sesuai dengan karcis yang dimiliki pelaku, selanjutnya pelakupun bisa keluar tanpa hambatan.

6. Modus pura-pura jadi pembeli.

Bagi kalian yang menjual motor, juga harus hati-hati terhadap pembeli. Sebab, bukan mungkin, orang yang akan membeli motor anda adalah pelaku curanmor yang akan menggasak motor anda.

Seperti yang dialami Yanuar, salah satu korban curanmor yang berasal dari kawasan Kebon Jeruk, Jakarta. Ia sempat tertipu oleh seseorang yang mengaku akan membeli motornya, namun ternyata justru membawa kabur motor kawasaki ninja miliknya.

Dalam aksinya, si pelaku juga membawa sebuah sepeda motor yang diduga juga merupakan foto curian. Ketika sudah bertemu dengan korban, selanjutnya pelaku meminta izin korban untuk mencoba motor yang akan ia beli.

Karena korban tak curiga curiga, akhirnya pelaku pun diizinkan untuk mencoba motor tersebut dan meninggalkan motor pelaku di rumah korban. Namun setelah ditunggu hingga berjam-jam, justru pelaku tidak kembali dan korban belum menyadari telah menjadi korban curanmor.

7. Modus dengan cairan setan.

Modus dengan menggunakan cairan kimia atau yang biasa disebut cairan setan tersebut memang tergolong baru. Sebab dengan mengunakan cairan tersebut, pelaku curanmor tidak membutuhkan waktu yang lama dan tidak mengalami kesulitan berarti untuk mencuri kendaraan bermotor.

Hanya tinggal memasukan cairan tersebut ke lubang kunci dan menunggu beberapa saat, pelaku curanmor akan dengan mudahnya membuka kunci seperti layaknya membuka dengan kunci asli.

8. Modus pura-pura servis.

Saat anda service kendaraan, anda juga harus hati-hati. Sebab bukan tidak mungkin para pelaku kejahatan juga beraksi saat anda servis kendaraan. Modusnya biasanya para pelaku ini berjumlah lebih dari satu. Mereka mempunyai peran masing-masing, seperti mengawasi, mengalihkan perhatian maupun eksekutor.

Ketika terdapat penjaga bengkel dan korban yang lengah, pelaku langsung mengambil kunci motor yang berada di etalase secara diam-diam. Dan disaat situasi dirasa aman pelaku langsung membawa motor tersebut kabur. Kejadian ini sendiri sempat terjadi dan menimpa salah seornag warga yang sedang servis di kawasan Palmerah, Jakarta

9. Modus menggunakan obat bius.

Modus yang satu ini, juga harus diwaspadai.  Terlebih lagi kepada mereka yang menjadi sopir mobil rental. Sebab, pelaku curanmor ternyata juga menggunakan obat bius untuk beraksi mencuri kendaraan.

Seperti yang pernah diungkap Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Bali membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor dengan modus membius korbannya.  Tersangka menyasar tempat-tempat penyewaan mobil dengan berpura-pura menyewa mobil.

Setelah itu, kemudian tersangka berputar-putar bersama driver, hingga dalam satu perjalanan, kemudian driver diberikan sebuah minuman. Dan saat meminum minuman yang diberikan pelaku, driver langsung saja tak sadar. Seketika itu mereka langsung menurunkan driver dan membawa kabud mobil.

10. Modus kenyot payudara

Modus ini sempat terjadi di Indramayu, Jawa Barat dan menimpa seorang tukang ojek bernama Sar (35) warga Santing, Indramayu, Jawa Barat. Saat ia mangkal, ia melihat seorang wanita yang turun dari bus. Seketika itu, iapun langsung menghampiri wanita tersebut. Kemudian, wanita itu meminta korban untuk diantar ke Kecamatan Losarang.

Saat dalam perjalanan, wanita tersebut kemudian meminta korban untuk berhenti karena alasan matanya sedang kelilipan.

Kemudian orang tersebut tersebut membersihkan matanya dengan baju yang ia tarik keatas. Dan seketika itu, nampaklah payudara wanita tersebut. Korban yang melihat itu, mengatakan kepada wanita tersebut, jika payudaranya terlihat.

Namun peringatan korban justru dibalas dengan tawaran untuk mengulum payudaranya. Dan seketika itu, tukang ojek  yang juga bernafsu itu, langsung saja mengulum payudara pelaku, sampai akhirnya ia pun pingsan dan motornya dibawa kabur oleh pelaku.

Menanggapi modus-modus yang beragam dari para pelaku pencurian kendaraan bermotor yang berkembang, Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, kembali mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.

"Masyarakat harus lebih waspada, kenali modus-modus curanmor, agar bisa terhindar. Jika memang terdapat sesuatu yang terlihat mencurigakan, jangan segan untuk segera melaporkan kepada petugas. Selain itu, sebisa mungkin pasang alat keamanan tamabhan sepeeti CCTV, alarm atau alat pengamanan lainnya," paparnya (6/1/2019)

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, terkait modus-modus kejahatan curanmor di Kota Malang, memang masih belum ditemukan modus baru. Kebanyakan  para pelaku masih menggunakan kunci T dalam beraksi.

"Rata-rata memang masih memakai kunci T untuk mencuri. Belum ditemukan yang memakai kunci magnet atai dengan modus lainnya" jelas Komang.