MALANGTIMES - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang memberikan apresiasinya terhadap ketangguhan sanggar seni yang terus hidup sampai era milineal. Sebuah era dimana berkesenian, khususnya seni tradisi mulai banyak ditinggalkan oleh generasi muda saat ini.

Ketangguhan atau militansi sanggar seni dalam merawat sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisi kepada generasi muda, terlihat di salah satu sanggar yang sedang menggelar acara Gebyar Seni di Pagedangan, Kecamatan Turen, Minggu (06/01/2019).

Dinamakan Sanggar Seni Mudra Ganesha, kesenian tradisi terus bertahan dan beregenerasi pelakunya sampai saat ini di Pagedangan. Tercatat, sanggar seni Mudra Ganesha berdiri tahun 1980 sampai era milineal saat ini tetap eksis dalam berbagai keterbatasan yang dihadapinya. "Kita sangat mengapresiasi sanggar ini. Selain masih bertahan dan hidup sampai saat ini. Mereka juga mampu menarik perhatian generasi muda untuk menjadi pelaku kesenian tradisi," kata Made Arya Wedanthara Kepala Disparbud Kabupaten Malang kepada MalangTIMES, Minggu (06/01/2019).

Made Arya pun mencicipi militansi para pengelola sanggar seni Mudra Ganesha dalam acara Gebyar Seni dengan tema Evaluasi dan Apresiasi Seni. Dirinya menyampaikan kembali rasa salut dan hormatnya atas berbagai pertunjukan kesenian yang dibawakan oleh para pelajar dengan beragam usia tersebut.

"Rasa hormat kita kepada sanggar seni yang mampu melakukan pendidikan seni budaya kepada generasi muda. Ini adalah sesuatu yang luar biasa, saat teknologi digital di era milineal telah merubah kegemaran remaja. Semangat anak muda ini pun sangat luar biasa," ujarnya yang melihat tampilan seni tari dengan judul Hitam Putih yang mengisahkan tentang pelestarian lingkungan dan pariwisata dengan penari sejumlah 150 pelajar.

Kadisparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara bersama pengurus dan anggota sanggar seni Mudra Ganesha (Disparbud for MalangTIMES)

Apresiasi Disparbud Kabupaten Malang terhadap sanggar seni Mudra Ganesha serta yang lainnya. Bukan hanya sekedar omongan saja, yang tidak ada tindaklanjut di kemudian hari bagi para sanggar seni yang berjibaku menghidupi dan hidup di dunia seni tradisi.

Tapi, juga apresiasi tersebut ditindaklanjutinya dengan berbagai kegiatan. Dimana Disparbud Kabupaten Malang memberikan panggung secara kontinyu bagi para pelaku kesenian, baik yang di sanggar seni maupun tidak. Agar mereka bisa eksis dan mampu menyebarluaskan kesenian tradisi dalam berbagai acara.

Bagi Made Arya, sanggar atau kelompok seni merupakan aset sangat besar pemerintah Kabupaten Malang. "Selain menjaga budaya warisan masa lalu. Di sisi pariwisata juga menyempurnakannya atau melengkapi," ucapnya yang juga menegaskan, bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu melestarikan seni dan budayanya.
"Untuk tari kolosal Hitam Putih sanggar seni Mudra Ganesha ini, misalnya, akan diperkenalkan dalam kegiatan Forum Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) di bulan September datang," ujarnya.

FKKS merupakan kegiatan kesenian tradisi yang melibatkan para pelaku di 8 kabupaten selama 3 hari berturut-turut. "Jadi bentuk sentuhan kita memberikan ruang dan panggung bagi para pelaku kesenian tradisi secara kontinyu," tegas Made Arya 
Selain tentunya berbagai kesenian tradisi yang hidup dan tumbuh di wilayah Kabupaten Malang lainnya.