Ketua KPU Kota Malang Zaenuddin (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Ketua KPU Kota Malang Zaenuddin (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah semakin dekat. Untuk kepentingan keamanan logistik, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang pun sudah memasang beberapa CCTV pemantau di tempat penyimpanan logistik yang tak jauh dari kantor KPU.

Ketua KPU Kota Malang Zaenuddin menjelaskan, seluruh logistik untuk kebutuhan Pilpres (Pemilihan Presiden) dan Pileg (Pemilihan Legislatif) 2019 sudah tiba. Sehingga semua perlu mendapat penjagaan secara ketat. Pemasangan CCTV pun sengaja dilakukan untuk meningkatkan keamanan di gudang penyimpanan.

"Selain pengamanan 24 jam, pemasangan CCTV di beberapa titik gudang penyimpanan juga dilakukan sehingga pengawasan berlapis," katanya.

Menurut Zaenuddin, pengamanan logistik selalu dikoordinasikan dengan stakholder terkait. Dia juga memastikan jika semua kebutuhan logistik dalam kondisi aman dan tidak kekurangan apa pun.

Dia juga menjelaskan jika seluruh logistik itu nantinya akan disalurkan ke 2.352 tempat pemungutan suara (TPS) pada pemilu 17 April mendatang. "Saat ini semuanya dalam kondisi aman. Kami pastikan itu," tandasnya.

Sementara itu, Bendahara Logistik KPU Kota Malang Suyadi menambahkan, logistik yang sudah datang antara lain kotak suara, bilik suara, bantalan, coblosan, gembok, segel, lem perekat, serta alat tulis kantor (ATK) seperti spidol dan bolpoin. Seluruhnya sudah disimpan dan ditata rapi.

Menurut dia, masing-masing TPS mendapat jatah lima kotak suara. Sehingga secara keseluruhan ada 11.894 buah kotak suara. Untuk bilik suara, di tiap TPS disediakan sebanyak empat unit. Jika ditotal, keseluruhan mencapai 9.407 unit bilik suara. Kemudian jumlah bantalan dan coblosan sama dengan jumlah bilik suara.

"Kenapa kotak suara disediakan lima buah per TPS? Karena ada lima pemilihan dalam Pemilu 2019 di Kota Malang. Pertama pemilu legislatif DPRD Kota Malang, kemudian pemilu legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur, pemilu legislatif DPR RI, pemilu presiden, dan pemilu untuk DPD," jelasnya.

Lebih jauh dia menyampaikan bahwa logistik keperluan pemilu yang masih kurang adalah dalam bentuk formulir. Antara lain formulir A, BA, C1-C7 dan surat suara. Rencananya, formulir tersebut tiba  Februari mendatang. Sedangkan khusus surat suara tiba Maret.

Sebagai informasi, jumlah pemilih di Kota Malang mencapai 623.185 orang. Terbagi dalam pemilih laki-laki sebanyak  305.364 atau 49 persen dan pemilih perempuan sebanyak 317.821 atau  51 persen. (*)

 

End of content

No more pages to load