Siti Iswatun kakak korban saat menunjukkan foto adiknya. (Eko Arif S /JatimTIMES)
Siti Iswatun kakak korban saat menunjukkan foto adiknya. (Eko Arif S /JatimTIMES)

MALANGTIMES - Adrian Reza Nur Hanafi (14) seorang santri pondok pesantren di Kediri, warga Desa Bukit Jaya, Kecamatan Bahar Selatan Jambi, dikabarkan hilang setelah naik ojek online, dengan sistem offline dari Pare hendak menuju ke Lirboyo. 

Santri tersebut sudah lima hari belum kembali ke pondok pesantren setelah bertemu dengan kakak kandungnya di wilayah Kampung Inggris, Pare.

Menurut penuturan, kakak korban Siti Iswatun (19) mengatakan, akhir Desember 2018 lalu adik kandungnya yang merupakan santri Pondok Al Mahrusyah Lirboyo, berkunjung ke tempat kurusnya di kawasan Kampung Inggris, Pare.

Usai bertemu, Siti kemudian memesankan ojek online Grab untuk transportasi adik kandungnya kembali ke pondok pesantren. Siti, waktu itu tidak bisa mengantar adiknya karena kesibukan bekerja.

Begitu tiba, ojek online Grab itu membatalkan pemesanan dan mengalihkan pesanan ke ojek online Gojek, yang masih menjadi rekan dari pengemudi tersebut. Keduanya bersepakat, tarif ditentukan dengan sistem offline, tanpa mengikuti aplikasi yang tersedia. “Biayanya disamakan dengan tarif Grab, yaitu Rp 41 ribu untuk jalur Pare - Kota Kediri,” ungkapnya. 

Siti terkejut saat pihak pondok menelepon dirinya dan memberitahukan bahwa adik kandungnya sejauh ini belum kembali ke pondok pesantren. 

Siti kemudian mencoba mengklarifikasi ke pengemudi ojek online Grab, namun yang bersangkutan mengaku tidak mengenal pengemudi ojek online, yang saat itu mengantar adiknya ke pondok.

Khawatir dengan kondisi adiknya, Siti kemudian melapor ke kantor polisi. “Saya sangat khawatir, karena waktu itu hanya saya bawakan uang Rp 50 ribu. Pikiran saya waktu itu cuma untuk saku ke pondok. Ini sudah lima hari, tetapi tidak ada kabarnya,” ujar Siti. Dia berharap kepolisian dapat membantu menemukan keberadaan Andrean Reza.