Pedagang Sambut Baik Rencana E-Retribusi Pasar, Asal Bukan Sekedar Wacana

Ilustrasi pembayaran retribusi pasar dengan pola E-Retribusi Pasar (Ist)
Ilustrasi pembayaran retribusi pasar dengan pola E-Retribusi Pasar (Ist)

MALANGTIMES - Rencana diterapkannya e-retribusi pasar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, mendapat sambutan hangat dari pedagang pasar. Ada harapan besar dari penerapan teknologi dalam pembayaran retribusi tersebut. Yakni, uang yang mereka bayarkan untuk pembangunan daerah benar-benar bersih dan dipergunakan sesuai dengan aturan yang ada di Kabupaten Malang.

Menjadi rahasia umum, walau pun pembuktiannya membutuhkan proses panjang, bahwa di ruang-ruang retribusi maupun pajak, masyarakat kerap kecewa dengan ulah oknum petugas pemerintah. Uang yang mereka tarik ternyata tidak masuk ke kas daerah, misalnya, tapi berhenti di saku para oknum tersebut.

Selain hal tersebut, harapan besar para pedagang yang ditemui MalangTIMES di Pasar Kepanjen dan Gondanglegi serta Pasar Sumedang, mengarah pada kepastian dari rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Apakah hanya sekedar wacana di media tapi ternyata tidak terealisasi. Atau memang benar-benar sebuah rencana yang merupakan langkah dari lahirnya kebijakan tersebut secara pasti.

“Jadi jangan sampai hanya ngomong-ngomong saja. Ternyata kita tunggu tidak ada atau tidak jadi,” kata salah satu pedagang di Pasar Sumedang yang tidak berkenan disebut namanya, Jumat (04/01/2019).

Dirinya mencontohkan dengan beberapa rencana mengenai persoalan Pasar Sumedang yang belum terlihat kapan pedagang akan dipindahkan ke lokasi baru. “Kayak seperti ini, mas. Kita masih berjualan di tempat penampungan bertahun-tahun. Sampai saat ini ya masih berjualan di sini, belum pindah-pindah,” lanjutnya yang sekali lagi meminta untuk tidak ditulis nama dan di foto. “Capek nanti saya ditanya-tanya, mas. Seperti dulu,” imbuhnya.

Pedagang di Pasar Kepanjen dan Gondanglegi pun hampir senada dengan apa yang disampaikan oleh rekannya di Pasar Sumedang. Mereka menyambut baik dengan adanya rencana penerapan e-retribusi pasar. Sebut saja Sunandi pedagang di Pasar Kepanjen yang mengatakan, dirinya sebagai masyarakat tentunya mendukung berbagai kegiatan pemerintahan.

“Kita dukung dan sambut lah, mas, setiap kegiatan pemerintah. Selama itu baik dan berguna bagi kami dan lainnya. Apalagi masalah retribusi pasar. Kalau pakai cara itu (e-retribusi, red) lebih baik, mudah dan aman bagi kita, saya pikir semua akan dukung penuh,” ujarnya kepada MalangTIMES, di sela-sela aktivitasnya meladeni penjual.

Sunandi melanjutkan, asalkan jangan hanya sekedar rencana saja. “Tapi ternyata tidak ada hasilnya, kan percuma saja. Kalau kita sebagai masyarakat pasti ikut pemerintah selama itu baik untuk semua,”imbuhnya.

Lantas seperti apakah sebenarnya e-retribusi pasar bagi para pedagang tersebut. Dari beberapa wilayah yang telah menerapkan e-retribusi pasar, pemerintah daerah menggandeng pihak ketiga dalam mengaplikasikannya. Biasanya, pemerintah daerah bekerjasama dengan pihak bank plat merah. Secara teknis, pedagang nantinya tidak lagi harus menerima karcis dan ditagih petugas pasar untuk pembayaran retribusi.

Tapi, melalui e-retribusi pasar, pedagang akan memiliki kartu debet pasar yang bisa digesek setiap kali transaksi pembayaran. Kartu debet tersebut diisi saldo oleh pedagang ke bank yang bekerjasama dengan pemerintah daerah. Setelah pedagang memiliki kartu debet berisi saldo, maka petugas pasar yang mendatangi untuk memungut retribusi pasar sudah tidak lagi harus membawa karcis retribusi seperti saat ini. Tapi membawa mesin EDC milik bank yang bekerjasama dengan pemerintah daerah. Pedagang tinggal menggesek kartu tersebut ke mesin yang dibawa petugas pasar serta menerima struk sebagai bukti pembayaran.

Pembayaran retribusi pedagang melalui e-retribusi secara langsung terkoneksi dengan sistem. Sehingga akan mempermudah pemerintah daerah terkait untuk melakukan control setiap harinya. Selain itu di beberapa wilayah lain, penerpan e-retribusi pasar juga memberikan kemudahan bagi pedagang yang akan membuka rekening di bank yang jadi mitra dalam hal tersebut. Dimana, pedagang yang akan membuka rekening dibebaskan biaya administrasinya. Sekaligus mendapatkan kemudahan permodalan serta beberapa fasilitas lainnya.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, tentunya para pedagang di Kabupaten Malang pun berharap banyak terhadap pemerintah Kabupaten Malang. Agar rencana e-retribusi pasar yang kini sedang dikaji oleh Disperindag Kabupaten Malang bukan sekedar rencana belaka, tapi bisa diwujudkan.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top