Salah satu dosen Fakultas Psikologi melihat salah satu karya mahasiswa di pameran karya akademis Fakultas Psikologi UMM (Foto: Aan Humas)

Salah satu dosen Fakultas Psikologi melihat salah satu karya mahasiswa di pameran karya akademis Fakultas Psikologi UMM (Foto: Aan Humas)



MALANGTIMES - Sifat Anda cenderung agresif? Mudah tersulut emosi? Kalau sudah emosi kerap meledak-ledak sehingga banyak merugikan orang maupun diri sendiri? Ingin mengurangi keagresifan tersebut agar tidak menjadi penyesalan di kemudian hari? salat bisa jadi solusi.

Selain merupakan kewajiban sebagai umat muslim, salat juga mempunyai manfaat yang sangat banyak, baik bagi fisik maupun mental. Salah satu manfaat bagi mental adalah dapat menurunkan agresivitas. Hal ini terbukti dari penelitian mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dipamerkan di Gedung Kuliah Bersama IV lantai 9 tadi (2/1).

Di salah satu stan pada pameran karya akademis tersebut dipaparkan penelitian dari mahasiswa mengenai manfaat sholat dalam menurunkan agresivitas. Agresivitas adalah tindakan merusak melalui kekerasan fisik maupun verbal secara sengaja. 

Dalam penelitian itu dikatakan bahwa semakin teratur dan terjaga salatnya, seseorang cenderung tidak agresif. Dalam salat, secara tidak langsung diajarkan untuk pelepasan emosi, meditasi dan kontrol diri, cinta dan kasih, serta komitmen dan disiplin. 

Untuk diketahui, dalam pameran tersebut, sebanyak 21 stan berdiri untuk memamerkan karya mahasiswa Fakultas Psikologi UMM dari 3 angkatan. Karya yang dihasilkan berupa poster, alat terapi dan buku-buku seputar kajian Psikologi. Karya itu dilombakan dan dinilai oleh dosen-dosen Fakultas Psikologi.

Sementara itu di salah satu stan di matakuliah Kesehatan Mental terdapat mahasiswa semester 3 yang menghasilkan sebuah buku berjudul "Cerita yang Pernah Ada". Buku itu berisi kumpulan pengalaman mereka saat mengunjungi Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang. 

"Menulis buku ini merupakan pengalaman baru buat kami. Di mana kami bisa belajar keberanian untuk berinteraksi dengan pasien RSJ dan semakin bersyukur karena masih diberi kesehatan mental," papar Anisa BT, salah seorang penulis. 

Dekan Fakultas Psikologi UMM M. Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., PhD menyatakan bahwa mahasiswa memang dihadapkan pada kasus-kasus nyata. Jadi, hasil karya itu dibuat atas dasar pengalaman mahasiswa yang sudah terjun dalam penanganan Komunitas. Kaitannya yakni dengan problem sampah, kemiskinan, pendampingan di rumah sakit jiwa dan daerah yang terkena dampak bencana.

"Psikologi UMM mempunyai ciri khas yaitu, psikologi terapan di mana mahasiswa akan dihadapkan dengan kasus-kasus nyata," papar Salis.

Salis mengatakan, mahasiswa Fakultas Psikologi UMM akan lebih banyak diterjunkan pada setting pendidikan, setting sosial, dan setting industri. Karya mahasiswa dari ketiga setting itu akan diseleksi dan disaring untuk diganjar apresiasi.  

"Mahasiswa kita juga paham cara kerja zaman milenial. Di mana mereka memanfaatkan media komunikasi kekinian. Dengan begitu, daya serap yang masuk industri, pendidikan, instansi bahkan entrepreneurship begitu tinggi," tandas Salis.

End of content

No more pages to load