Rendra Kresna Dan PR Tak Tuntasnya  2

MALANGTIMES - Bersama semangat militan jajarannya mega proyek  yang diimpikan oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna dalam kepemimpinannya di periode kedua adalah terwujudnya kawasan ekonomi khusus (KEK) Singosari.

Sebuah mimpi yang kini berujung nyata di depan mata masyarakat Kabupaten Malang. KEK Singosari lolos dari berbagai verifikasi dan sidang berkali-kali Dewan KEK Nasional. Izin dan rekomendasi untuk pembangunan telah dikantongi. Tinggal menunggu coretan Presiden Joko Widodo, melalui Surat Keputusan (SK) pembangunan KEK Singosari bisa dijalankan.

"Tuntaskan seluruh proses administrasi dan teknis agar pembangunan KEK Singosari terwujud. Saya titip ini bisa berjalan sesuai harapan kita semua," ucap Rendra Kresna beberapa bulan lalu.

Tentunya proses yang dilalui selama ini melelahkan dan panjang sekali. Rendra bersama jajarannya dengan jiwa militan, terus melakukan berbagai lobi bertahun-tahun lamanya. Baik ke tingkat pemerintah provinsi Jawa Timur (jatim) sampai pemerintah pusat.

Di saat sidang terakhir penentuan jadi atau tidaknya rencana pembangunan KEK Singosari, Rendra dihantam badai KPK dan tidak bisa mengawal jajarannya dalam persoalan tersebut. Walau berakhir manis, Rendra tidak bisa melihatnya secara langsung.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto yang kemudian melanjutkan bola yang sudah di depan jala gawang. Sebagai Ketua Tim dalam rencana pembangunan KEK Singosari, dirinya bersama kepala OPD lain terus mengobarkan jiwa militansinya. Walau sang pemimpin tidak lagi bisa menemani mereka.

"Alhamdulillah saat terakhir KEK Singosari disetujui pusat. Dalam sidang akhir, Dewan KEK nasional  menyetujuinya. Kita saat itu bersama Wakil Bupati Malang. Tentunya kita gembira dengan hasil tersebut. KEK Singosari menjadi kado terbaik bagi masyarakat Kabupaten Malang," ucap Tomie.

Tomie melanjutkan, berkali-kali pemerintah Kabupaten Malang, setelah sidang akhir melakukan berbagai rapat koordinasi. Dipimpin HM Sanusi Wabup Malang yang tinggal menunggu waktu melenggang menjadi Bupati Malang sampai bulan Februari 2021.

"Kita tinggal tunggu Bapak Presiden untuk hal ini. Rencana bulan februari ini pembangunan KEK Singosari akan dimulai," ujar mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang.

Militansi jajaran OPD dan ketokohan Rendra sebagai Bupati Malang saat itu yang membuat rencana mega yang sangat sulit dan rumit disetujui oleh pemerintah pusat ini berhasil. Banyaknya syarat serta berbagai hal pendukung agar daerah bisa menjadi KEK bukan persoalan mudah. 

Seluruh OPD Kabupaten Malang yang terkait langsung dengan rencana pembangunan KEK Singosari, bahu membahu mempersiapkan berbagai kelengkapan dan hal teknis di lapangan. Misalnya, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) yang harus mengurus berbagai prasyarat mengenai tata ruang dan wilayah. Sampai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang yang mempersiapkan sumber daya manusia di lokasi KEK.

Semangat tinggi itulah yang membuat wilayah Singosari menjadi satu-satunya kawasan ekonomi khusus di Jatim. "Proses ini sangatlah panjang dan melelahkan di tingkat pusat. Tapi berkat soliditas seluruh OPD dan tentunya ketokohan bapak Rendra saat itu semua bisa teratasi. Hasilnya sesuai ekspektasi kita semuanya," urai Tomie.

Kini, masyarakat Kabupaten Malang tinggal menunggu satu tahap lagi atas syarat pembangunan KEK Singosari. Bagian Wabup Malang Sanusi yang ditunggu untuk mempercepat proses keluarnya SK Presiden tersebut. Karena target pembangunan fisik pembangunan KEK Singosari akan dimulai satu bulan lagi.

Kita tunggu kiprah Sanusi serta proses kelanjutan pembangunan KEK Singosari yang nantinya akan mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Malang serta daerah tetangga lainnya. Bahkan manfaatnya menurut Rendra juga akan berimbas di skala Jatim.