MALANGTIMES - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon kembali membuat warganet murka. 30 cuitan panjangnya mengenai catatan akhir tahun tentang kebijakan pertanian pemerintah Joko Widodo, sangat menyentil dan menilainya sebagai kebijakan gagal. 

Fadli secara gamblang menuliskan beberapa kegagalan pemerintah Jokowi mengenai kebijakan bidang pertanian di Indonesia, melalui akun pribadi Twitter @fadlizon. 
Berbagai kegagalan bidang pertanian yang mengerucut pada tidak tercapainya swasembada pangan, menurutnya, ditutup dengan kebijakan bagi-bagi sertifikat tanah. Seperti cuitannya di nomor 27-28 seperti di bawah ini. 

"Untuk menutupi kegagalan itu, Pemerintah memberikan hiburan kepada rakyat melalui kegiatan bagi-bagi sertifikat langsung oleh Presiden, seolah itulah program reforma agraria." tulis @fadlizon.

Ia meneruskan, padahal program sertifikasi dan legalisasi tanah melalui Prona itu sebenarnya telah ada sejak tahun 1981. Dan Prona sebenarnya tdk tepat disebut sbg bagian dri reforma agraria. Tidak pantas Pemerintah mengklaim program bagi-bagi sertifikat tadi sbg bentuk reforma agraria."
Cuitan Fadli atas hiburan kepada masyarakat dengan bagi-bagi sertifikat yang secara tegas disebutnya bukan bagian dari reforma agraria. Didasarkan pada payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Reforma Agraria.  

"Bgmn bisa agenda reforma agraria berjalan, jika pemerintah sendiri baru merilis Perpres No. 86/2018 ttg Reforma Agraria sesudah empat tahun berjalan. Itu benar-benar tdk menunjukkan komitmen serius melaksanakan agenda reforma agraria, " tulis @fadlizon. 

Cuitan kritik pedas @fadlizon atas kebijakan gagal pemerintah Jokowi tersebut, sontak menyulut api warganet. Berbagai kritikan balasan terhadap Fadli maupun DPR mengalir di akunnya. 


Akun dengan nama Belum Cukup Amalan menuliskan, bahwa kegagalan swasembada pangan dikarenakan kinerja pimpinan DPR yang buruk.  "Lebih banyak bacot daripada aksinya. Kerja di DPR seperti lomba puisi," tulisnya. 



Akun Eddy Subianto pun menuliskan hal yang sama. "Catatan akhir tahun 2018. "Sebagai Ketua gagal mencerdaskan anggota. Kinerja Jeblok,". Bukan Siapa Siapa pun menuliskan, "paling jago kalo masalah ngomong, " ujarnya. 



Cuitan Fadli kerap mengundang warganet berkomentar keras dan pedas. Berbagai hujatan yang mengalir pada Fadli pun tidak pernah habisnya setiap kali dirinya menuliskan berbagai pendapat tentang pemerintah. Pro dan kontra masih terus terjadi sampai awal tahun 2019.

"Semoga twit ini dapat membuka mata masyarakat Indonesia bahwa adalah penting untuk memiliki Wakil Ketua DPR yang berkualitas dan cerdas. Kadang Tuhan menunjukkan jalan yang terang setelah kita tahu bagaimana merasakan jalan yang gelap, " tulis akun Sutrisno Yoso Suwarno.