MALANGTIMES - Penghujung tahun 2018, Pemerintah Kota Malang menggelar doa bersama di Balai Kota Malang, Minggu (31/12/2018) malam. Doa bersama tersebut diikuti oleh jajaran organisasi pemerintah daerah (OPD) Kota Malang, forkopimda, tokoh masyarakat,  tokoh agama, dan perwakilan umat beragama.

Doa bersama dilangsungkan di beberapa ruangan yang berbeda. Yang beragama Islam melaksanakan doa bersama di Masjid Baiturrahim Balai Kota Malang, yang beragama Hindu di ruang rapat Tumapel, Kristen di ruang kerja asisten 2,  Katolik di ruang kerja asisten 3, Buddha di ruang kerja asisten 1, dan Kong Hu Chu di ruang Palapa.

Sebelum melakukan proses doa bersama, Wali Kota Malang Sutiaji yang didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menyampaikan, penghujung tahun ini menjadi hari untuk melakukan evaluasi sekaligus berdoa untuk menjadi lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji  juga menyampaikan ucapan syukur dan terima kasihnya atas segala pencapaian yang diperoleh Kota Malang selama ini. Dia berharap, ke depan pembangunan di Kota Pendidikan ini menjadi lebih baik lagi.

"Hari ini juga tepat 99 hari masa kepemimpinan saya dan pak Edi. Maka jika ada salah selama 99 hari terakhir kami memohon maaf dan terima kasih atas dukungan yang diberikan," ucapnya.

Lebih jauh Sutiaji  pun menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf atas masa kepemimpinan sebelumnya. Soalnya, selain menorehkan prestasi,  ada kekhilafan yang dilakukan dalam menata Kota Malang.

"Saya aras nama Abah Anton (wali kota ssbelumnya, M. Anton) juga menyampaikan permohonan maaf atas kepemimpinan sebelumnya," tambah politisi Demokrat itu.

Dia pun berharap agar masyarakat Kota Malang turut berdoa bersama untuk kebaikan Kota Malang di tahun berikutnya. Tentunya dengan proses pembangunan yang terus diperbaiki.

Tak hanya itu. Suami Widayati Sutiaji ini juga berharap masyarakat terus berdoa untuk persatuan Indonesia di masa mendatang. Apalagi pada 2019 Indonesia akan dihadapkan dengan gawe besar yaitu pesta demokrasi.

"Saat ini juga begitu banyak tersebar fitnah di mana-mana. Hanya dengan kekuatan doa kita semua tidak akan dipisahkan. Mari kita berdoa untuk  NKRI dan keberkahan di tahun 2019. Semoga Indonesia dan Kota Malang menjadi lebih baik lagi di masa mendatang," ujar Sutiaji.

Tak lupa, doa untuk keselamatan Indonesia dan heningkan cipta untuk korban tsunami Selat Sunda juga dipanjatkan. Harapannya, Indonesia dijauhkan dari segala mala bahaya dan bencana.

Sementara itu, doa bersama di Masjid Baiturrahim Balai Kota Malang dipimpin langsung oleh Ketua MUI KH Baidowi Muslih. Doa bersama berlangsung khusyus.

Selain Wali Kota Malang Sutiaji beserta istri, doa bersama juga dihadiri Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko beserta istri dan Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto.

Selain itu, hadir Danrem 083 Bagus Suryadi Tayo, Kapolresta Malang AKBP Asfuri, Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto, Kasdim 0833 Kota Malang Mayor Miftah. 

Ikut dalam panjatan doa ini, segenap tokoh agama, FKUB, tokoh masyarakat, pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah.

Usai melakukan doa bersama, rencananya akan dilaksanakan monitor dari Balai Kota Malang menuju pos pam Sarinah, Kecamatan Sukun,  Kecamatan Kedungkandang, pos pam A. Yani, Kecamatan Blimbing, Kecamatan Lowokwaru, pos pam Ijen, dan berakhir di Kecamatan Klojen.  (*)