Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah), Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kanan) dan Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (kiri) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah), Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kanan) dan Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (kiri) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Salah satu program unggulan yang digerakkan Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang di 99 hari kerja pertama mereka adalah mewujudkan konsep kota halal. Sayangnya, konsep yang ditawarkan itu sebelumnya banyak menuai pro dan kontra.

Tak sedikit yang memandang sebelah mata konsep yang ditawarkan pasangan yang baru memimpin Kota Malang tepat 99 hari pada 31 Desember 2018 ini. Karena konsep itu dinilai sebagian kalangan tidak mencerminkan keberagaman yang sudah mendarah daging di bumi Arema.

Menanggapi itu, Sutiaji menyampaikan jika konsep kota halal yang dimaksud bukanlah menjadikan Malang sebagai kota radikal. Halal yang dimaksudkan adalah memberi jaminan kepada warga Kota Malang juga para pelancong, utamanya yang muslim dalam setiap makanan yang disajikan, hingga tempat tinggal mereka.

"Halal ini bukan hanya milik muslim. Di berbagai negara dan daerah yang penduduknya muslim sedikit pun sekarang sudah ramai dijadikan sebagai kawasan halal. Halal di sini maksudnya luas, dan bertujuan memberikan keamanan serta kenyamanan," jelasnya di sela-sela acara Refleksi Akhir Tahun 2018 yang berlangsung di Ijen Suites, Minggu (30/12/2018) malam.

Konsep kota halal itu pun sudah dituangkan melalui berbagai program. Mulai dari pasar halal hingga destinasi wisata halal. Konsep pasar halal sudah mulai diterapkan di beberapa pasar rakyat. Salah satunya adalah menyediakan musala untuk beribadah hingga jenis daging yang disembelih adalah halal.

Sedangkan konsep wisata halal adalah menyediakan destinasi wisata halal sebagaimana diterapkan di negara-negara yang menyediakan konsep serupa. Beberapa rumah makan, hotel,  guest house dan penginapan lain, hingga kawasan oleh-oleh telah menerapkan konsep wisata halal tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko juga menegaskan, Kota Malang selalu mencerminkan sebagai kota yang penuh kedamaian. Semangat persatuan di antara keberagaman itu ditunjukkan melalui berbagai upaya yang sudah dilakukan selama ini bersama unsur pemerintahan,  stakeholder terkait, juga peran dari forum kerukunan umat beragama (FKUB).

"Kota Malang beragam, dan di tengah keberagaman itu tercipta persatuan dan menciptakan Malang yang adem dan cinta damai dengan semangat Salam Sati Jiwa," papar Edi.